Antisipasi Penyakit Zoonotik, Dinkes Lebak Imbau Waspadai Virus Nipah
Secara historis, wabah pertama virus Nipah terjadi pada 1998–1999 di Malaysia, khususnya di kalangan peternak babi, sebelum menyebar ke Singapura. Kasus selanjutnya tercatat di Bangladesh, India, dan Filipina dalam rentang waktu 2001 hingga 2026.
Meski Indonesia belum melaporkan kasus positif, Firman menegaskan kewaspadaan tetap diperlukan mengingat kedekatan geografis serta tingginya mobilitas dengan negara-negara yang pernah mengalami kejadian luar biasa (KLB) Nipah.
“Kami meyakini dengan kewaspadaan itu dapat mencegah penyebaran kasus virus Nipah,” katanya.
Sebagai langkah pencegahan, Dinkes Lebak mengingatkan masyarakat untuk tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, termasuk menggunakan masker dalam kondisi tertentu serta menghindari kerumunan jika mengalami gejala sakit.
Firman juga secara khusus mengingatkan bahaya konsumsi nira atau air aren mentah yang berisiko terkontaminasi kelelawar.
“Kita banyak perkebunan nira sebagai bahan baku gula aren, sehingga terlebih dahulu dimasak,” katanya.
Ia menambahkan, masyarakat disarankan mencuci dan mengupas buah sebelum dikonsumsi serta membuang buah yang menunjukkan bekas gigitan hewan.
Editor : Imam Rachmawan