get app
inews
Aa Text
Read Next : 6 Penginapan Murah di Lebak yang Paling Banyak Dikunjungi, Harga Bersahabat!

Antisipasi Penyakit Zoonotik, Dinkes Lebak Imbau Waspadai Virus Nipah

Senin, 02 Februari 2026 | 14:45 WIB
header img
Ilustrasi virus nipah. (Foto: Ist)

LEBAK, iNewsLebak.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran virus Nipah, meskipun hingga kini belum ditemukan kasus infeksi pada manusia di Indonesia.

Langkah antisipasi tersebut dilakukan menyusul edaran Kementerian Kesehatan terkait kewaspadaan terhadap penyakit zoonotik mematikan yang pernah mewabah di sejumlah negara Asia.

“Kita tetap terus mewaspadai penularan virus Nipah sesuai edaran Kementerian Kesehatan,” kata Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Lebak, Firman Rahmatullah, Senin (2/2/2026).

Virus Nipah merupakan penyakit infeksi yang berasal dari hewan dan termasuk kelompok emerging disease. Patogen ini diketahui memiliki inang alami berupa kelelawar buah dari genus Pteropus.

Penularan dapat terjadi secara langsung dari hewan ke manusia maupun melalui perantara seperti babi. Selain itu, konsumsi makanan dan minuman yang terkontaminasi, seperti buah atau nira yang terpapar liur atau kotoran kelelawar, juga berpotensi menjadi media penyebaran.

Firman menjelaskan, penularan antar-manusia pun telah dilaporkan di sejumlah kasus, terutama melalui kontak erat dengan pasien yang terinfeksi.

Gejala penyakit ini bervariasi, mulai dari Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) ringan hingga berat, serta infeksi otak atau ensefalitis yang dapat berujung pada kematian.

Secara historis, wabah pertama virus Nipah terjadi pada 1998–1999 di Malaysia, khususnya di kalangan peternak babi, sebelum menyebar ke Singapura. Kasus selanjutnya tercatat di Bangladesh, India, dan Filipina dalam rentang waktu 2001 hingga 2026.

Meski Indonesia belum melaporkan kasus positif, Firman menegaskan kewaspadaan tetap diperlukan mengingat kedekatan geografis serta tingginya mobilitas dengan negara-negara yang pernah mengalami kejadian luar biasa (KLB) Nipah.

“Kami meyakini dengan kewaspadaan itu dapat mencegah penyebaran kasus virus Nipah,” katanya.

Sebagai langkah pencegahan, Dinkes Lebak mengingatkan masyarakat untuk tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, termasuk menggunakan masker dalam kondisi tertentu serta menghindari kerumunan jika mengalami gejala sakit.

Firman juga secara khusus mengingatkan bahaya konsumsi nira atau air aren mentah yang berisiko terkontaminasi kelelawar.

“Kita banyak perkebunan nira sebagai bahan baku gula aren, sehingga terlebih dahulu dimasak,” katanya.

Ia menambahkan, masyarakat disarankan mencuci dan mengupas buah sebelum dikonsumsi serta membuang buah yang menunjukkan bekas gigitan hewan.

Editor : Imam Rachmawan

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut