Populasi Ternak Didorong Naik, Pemkab Lebak Perluas Inseminasi Buatan
LEBAK, iNewsLebak.id - Pemerintah Kabupaten Lebak, Banten, terus mendorong peningkatan populasi ternak melalui program inseminasi buatan (IB) sebagai bagian dari upaya mendukung swasembada daging merah dan susu nasional.
Program ini dijalankan secara intensif oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) dengan melibatkan petugas lapangan yang mendatangi kelompok peternak di seluruh kecamatan.
Kepala Bidang Produksi Disnakeswan Lebak, Irvan Pramerta, mengatakan optimalisasi IB menjadi strategi utama untuk mempercepat pertumbuhan jumlah ternak milik masyarakat.
“Kami menginstruksikan kepada petugas IB agar mengoptimalkan IB untuk meningkatkan jumlah populasi ternak dari keturunan anak,” ujar Irvan, Selasa (3/2/2026).
Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program swasembada daging merah dan susu sebagaimana tertuang dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Selain inseminasi buatan, Disnakeswan juga melakukan penyuntikan birahi kepada ternak milik peternak rakyat di 28 kecamatan. Setelah proses tersebut, inseminasi dapat dilakukan dalam waktu sekitar satu pekan guna mempercepat proses reproduksi.
Upaya ini diharapkan mampu mendorong peningkatan ekonomi masyarakat berbasis sektor peternakan.
“Kami meyakini jika program swasembada daging merah dan susu terwujud, maka dipastikan ekonomi masyarakat sejahtera,” kata Irvan.
Berdasarkan data Disnakeswan Lebak tahun 2024, terdapat 326 kelompok peternak dengan total populasi kerbau sebanyak 5.656 ekor, sapi 2.345 ekor, kambing 42.408 ekor, dan domba 60.216 ekor.
Program IB saat ini dijalankan oleh tiga petugas khusus yang secara rutin turun langsung ke kelompok-kelompok ternak.
“Kami berharap dua tahun ke depan populasi ternak milik masyarakat bertambah melalui keturunan anak, sehingga terwujud program swasembada daging merah dan susu,” ujarnya.
Irvan menambahkan, meski sektor peternakan di Lebak terus tumbuh, sebagian besar masyarakat masih menjadikannya sebagai usaha sampingan. Karena itu, pembinaan dan edukasi terus dilakukan agar peternakan bisa menjadi sumber ekonomi utama.
“Kami berharap para peternak itu ke depannya bisa menjadi andalan ekonomi masyarakat,” katanya.
Salah satu peternak di Kecamatan Wanasalam, Sabar (50), mengaku merasakan langsung manfaat program IB gratis yang dijalankan pemerintah daerah.
Ia menyebut populasi kerbau miliknya bertambah sekitar lima ekor setiap tahun dari total kepemilikan 25 ekor.
“Kami mengembangkan usaha ternak kerbau ini bisa menyejahterakan keluarga juga membangun rumah dan dua anak bisa kuliah,” ujar Sabar.
Ia menambahkan, dari hasil penjualan ternak, sedikitnya tiga ekor kerbau bisa dijual setiap tahun dengan pendapatan mencapai Rp85 juta.
Editor : Imam Rachmawan