get app
inews
Aa Text
Read Next : BGN Tegaskan SPPG di Lebak Bisa Ditutup Jika IPAL Tak Penuhi Standar

Mengenal Autofagi, Saat Tubuh Membersihkan Diri Ketika Berpuasa

Kamis, 26 Februari 2026 | 14:08 WIB
header img
Ilustrasi autofagi, saat tubuh “membersihkan diri” ketika berpuasa. (Foto: Ist)

LEBAK, iNewsLebak.id - Puasa bukan hanya tentang menahan lapar dan haus. Ketika tubuh melakukan jeda makan yang berlangsung selama berjam-jam, reaksinya berupa proses biologis yang jarang disadari. 

Salah satunya adalah autofagi, mekanisme alami ketika sel membersihkan dan mendaur ulang bagian yang sudah rusak. Autofagi berasal dari bahasa Yunani yang berarti “memakan diri sendiri”. 

Dalam konteks ilmiah, yang dimaksud bukanlah tubuh merusak diri, melainkan sel memecah dan memanfaatkan kembali komponen yang sudah tidak optimal agar tetap berfungsi dengan baik.

Apa Itu Autofagi?

Autofagi adalah proses alami di dalam sel yang bertugas membersihkan komponen yang rusak, menua, atau tidak lagi bekerja maksimal. Komponen tersebut kemudian diurai dan dimanfaatkan kembali sebagai sumber energi atau bahan pembentuk sel baru.

Proses ini sebenarnya berlangsung setiap hari dalam tubuh. Namun, aktivitasnya dapat meningkat ketika asupan energi berkurang, termasuk saat seseorang berpuasa. 

Ketika tubuh tidak mendapatkan suplai makanan dalam beberapa jam, ia mulai menyesuaikan diri dengan menggunakan cadangan energi yang tersedia. Pada fase inilah autofagi menjadi lebih aktif.

Bagaimana Puasa Memicu Autofagi

Saat seseorang makan secara teratur, tubuh memperoleh energi dari glukosa hasil pemecahan karbohidrat. Namun ketika tidak ada asupan makanan selama beberapa waktu, kadar gula darah dan hormon insulin menurun. Tubuh kemudian beralih menggunakan cadangan energi, seperti lemak.

Perubahan kondisi metabolisme ini menjadi salah satu pemicu meningkatnya aktivitas autofagi. Sel yang kekurangan nutrisi akan “mencari” sumber daya dari dalam dirinya sendiri dengan membersihkan bagian yang sudah tidak efisien.

Secara sederhana, puasa memberi kesempatan bagi tubuh untuk melakukan perawatan internal. Alih-alih terus-menerus fokus pada proses pencernaan, tubuh mengalihkan sebagian energinya untuk memperbaiki dan mendaur ulang sel.

Peran Autofagi bagi Kesehatan

Autofagi berperan dalam menjaga kualitas sel agar tetap optimal. Dengan membersihkan komponen yang rusak, risiko penumpukan zat yang berpotensi mengganggu fungsi sel dapat ditekan.

Beberapa studi mengaitkan proses ini dengan berbagai manfaat kesehatan, mulai dari mendukung sistem imun hingga membantu menjaga keseimbangan metabolisme. Autofagi juga disebut berkontribusi dalam memperlambat proses penuaan sel karena membantu mengurangi akumulasi kerusakan.

Meski begitu, autofagi bukanlah proses instan yang langsung terasa efeknya. Ia bekerja secara bertahap dan menjadi bagian dari mekanisme alami tubuh untuk bertahan dan beradaptasi.

Tidak Hanya karena Puasa

Walaupun puasa dapat meningkatkan aktivitas autofagi, proses ini tidak eksklusif terjadi saat Ramadan atau puasa tertentu saja. Aktivitas fisik, pembatasan kalori dalam jangka waktu tertentu, dan kondisi metabolik lain juga dapat memengaruhi tingkat autofagi.

Namun penting untuk dipahami bahwa setiap tubuh memiliki respons berbeda. Durasi dan pola puasa yang aman pun bisa bervariasi tergantung kondisi kesehatan masing-masing individu.

Karena itu, puasa tetap perlu dijalani secara seimbang. Asupan saat sahur dan berbuka sebaiknya tetap mencukupi kebutuhan gizi agar tubuh tidak mengalami kekurangan nutrisi yang justru mengganggu fungsi sel.

Editor : iNews Lebak

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut