Sikat Gigi Membatalkan Puasa? Ini Penjelasan Hukum dan Waktu Terbaiknya
LEBAK, iNewsLebak.id – Pertanyaan soal apakah menyikat gigi dapat membatalkan puasa kerap muncul setiap Ramadan. Di satu sisi, menjaga kebersihan mulut penting untuk kesehatan, namun di sisi lain muncul kekhawatiran pasta gigi atau air yang tertelan bisa membuat puasa menjadi tidak sah.
Lalu, bagaimana sebenarnya hukum sikat gigi saat berpuasa dan kapan waktu yang paling aman melakukannya?
Secara umum, menyikat gigi tidak otomatis membatalkan puasa. Dalam ajaran Islam, yang membatalkan puasa adalah masuknya sesuatu ke dalam tubuh melalui rongga mulut secara sengaja, seperti makanan dan minuman. Membersihkan gigi bukanlah aktivitas makan atau minum, sehingga pada dasarnya diperbolehkan selama tidak ada air atau pasta gigi yang tertelan.
Mayoritas ulama berpendapat bahwa menyikat gigi saat puasa hukumnya boleh. Namun, sebagian menyebut makruh jika menggunakan pasta gigi dengan rasa yang kuat, karena dikhawatirkan ada bagian yang tertelan. Meski demikian, selama seseorang berhati-hati dan memastikan tidak ada yang masuk ke tenggorokan, puasanya tetap sah.
Inti dari hukum ini adalah kehati-hatian. Selama tidak ada substansi yang tertelan, aktivitas menyikat gigi tidak termasuk pembatal puasa.
Waktu Terbaik untuk Menyikat Gigi
Agar lebih tenang dan terhindar dari keraguan, ada beberapa waktu yang dianjurkan untuk menyikat gigi selama Ramadan.
-Waktu paling ideal adalah setelah sahur atau sebelum imsak. Pada saat ini, membersihkan sisa makanan yang menempel di sela-sela gigi sangat dianjurkan agar mulut terasa segar sepanjang hari dan terhindar dari bau tidak sedap.
-Jika merasa perlu menyikat gigi kembali di siang hari, sebaiknya dilakukan sebelum waktu zuhur. Pada waktu tersebut, kondisi tubuh masih relatif stabil sehingga risiko tidak sengaja menelan air lebih kecil.
-Sebagian orang memilih menghindari menyikat gigi terlalu dekat dengan waktu berbuka, terutama jika menggunakan pasta gigi, untuk meminimalkan kekhawatiran tertelan.
Tips Menyikat Gigi Agar Puasa Tetap Sah
Agar ibadah tetap terjaga, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menyikat gigi ketika berpuasa:
-Gunakan pasta gigi secukupnya. Tidak perlu berlebihan karena busa yang terlalu banyak dapat meningkatkan risiko tertelan.
-Sikat gigi dengan gerakan perlahan dan tidak tergesa-gesa. Cara ini membantu mengurangi kemungkinan air atau busa masuk ke bagian tenggorokan.
-Berkumurlah dengan hati-hati dan gunakan air secukupnya. Pastikan seluruh sisa pasta gigi dibuang dan tidak ada yang tertelan.
-Jika masih merasa ragu, menyikat gigi hanya dengan air bersih tanpa pasta juga sudah cukup membantu menjaga kebersihan mulut.
Alternatif Menggunakan Siwak
Selain sikat gigi modern, terdapat pula siwak yang telah lama digunakan dalam tradisi Islam. Penggunaan siwak diperbolehkan saat berpuasa selama tidak ada serpihan yang tertelan. Selain membantu membersihkan gigi, siwak juga dikenal mampu menyegarkan napas secara alami.
Pentingnya Menjaga Kebersihan Mulut Saat Puasa
Saat berpuasa, produksi air liur cenderung berkurang sehingga mulut menjadi lebih kering. Kondisi ini dapat memicu pertumbuhan bakteri penyebab bau mulut dan meningkatkan risiko masalah gigi.
Karena itu, menjaga kebersihan mulut tetap penting selama Ramadan. Membersihkan gigi setelah sahur dan melakukannya dengan hati-hati di siang hari dapat membantu menjaga kesehatan sekaligus memastikan puasa tetap sah.
Dengan memahami hukum dan cara yang tepat, umat Muslim tidak perlu lagi ragu untuk menyikat gigi saat berpuasa. Kuncinya adalah kehati-hatian dan memilih waktu yang paling aman agar ibadah tetap berjalan dengan tenang dan nyaman.
Editor : iNews Lebak