Suhendro berharap pelaksanaan pembangunan berjalan tanpa hambatan.
“Kami berharap pelaksanaan pembangunan sarana air bersih berjalan lancar yang dikerjakan pihak ketiga melalui tender pelelangan,” ujarnya.
Warga yang belum memiliki sarana air bersih selama ini masih mengandalkan air sungai untuk keperluan MCK, kondisi yang dinilai berisiko karena memicu penyakit menular seperti diare dan gatal-gatal serta berpotensi meningkatkan angka stunting.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Lebak, Febby Rizky Pratama, mengungkapkan hasil pemetaan menunjukkan terdapat 70 desa di 20 kecamatan yang masih masuk kategori rawan krisis air bersih karena belum tersentuh jaringan pelayanan PDAM.
“Kami berharap desa yang krisis air bersih bisa terlayani PDAM,” katanya.
Editor : Imam Rachmawan
Artikel Terkait
