Satu Langkah Beda Nasib! Viral Jalan Beraspal Bogor Langsung Berubah Jadi Tanah Merah di Lebak

Imam Rachmawan
Kondisi perbatasan wilayah Kabupaten Lebak dan Kabupaten Bogor di sekitar permukiman hunian sementara. (Ist)

LEBAK, iNewsLebak.id - Perbedaan kondisi jalan di perbatasan Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dan Kabupaten Lebak, Banten, menjadi sorotan publik setelah videonya viral di media sosial TikTok beberapa hari yang lalu. Warga membandingkan kualitas infrastruktur di dua wilayah bertetangga yang hanya dipisahkan batas administratif.

Video yang beredar luas tersebut diterima iNews Lebak pada Senin (12/1/2026). Rekaman itu memperlihatkan kontras jalan mulus beraspal di wilayah Bogor dengan jalan tanah merah di wilayah Lebak.

Pada sisi Kabupaten Bogor, kondisi jalan terlihat rapi dan dilengkapi marka jalan. Sementara itu, di wilayah Kabupaten Lebak, permukaan jalan masih berupa tanah yang licin dan mudah becek saat hujan.

Lokasi yang menjadi perhatian publik berada di Kampung Cigobang, Desa Banjarsari, Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak. Titik tersebut berada tepat di perbatasan dua daerah sehingga perbedaan pembangunan tampak jelas dalam satu pandangan.

Fenomena ini memicu beragam reaksi warganet di media sosial. Banyak pengguna menilai kondisi tersebut mencerminkan ketimpangan pembangunan infrastruktur antarwilayah yang berdekatan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kawasan tersebut juga dihuni warga korban banjir bandang Lebak Gedong pada awal 2022. Hingga kini, sebagian warga masih tinggal di hunian sementara dengan kondisi terbatas.

Ironisnya, sebagian hunian sementara tersebut secara administratif masuk wilayah Kabupaten Bogor. Hal ini membuat perbedaan kualitas infrastruktur di sekitar permukiman semakin terlihat nyata.

Salah seorang warga huntara, Erum (45), mengaku merasa kecewa dengan kondisi tersebut. Ia menilai ketimpangan pembangunan tidak seharusnya terjadi di wilayah yang sama-sama berada di Indonesia.

"Bagaimana lagi, malu karena dibeda-bedakan, padahal presidennya sama, negaranya sama Indonesia," ujar Erum saat ditemui wartawan, Sabtu (10/1/2026).

Selain persoalan jalan, warga juga mengeluhkan belum terealisasinya pembangunan hunian tetap. Mereka mengaku lelah bertahan di hunian sementara yang kondisinya terus memburuk.

"Sudah capek di hunian sementara, tendanya juga sudah sering rusak," kata Erum.

Data yang dihimpun menunjukkan masih ada 104 kartu keluarga yang tinggal di hunian sementara di kawasan tersebut. Sementara sebagian warga lainnya memilih pindah secara mandiri karena tidak sanggup bertahan.

Warga berharap viralnya video perbandingan jalan tersebut dapat menjadi perhatian pemerintah. Mereka meminta pembangunan infrastruktur dan pemenuhan hak dasar dilakukan secara adil tanpa terhambat batas administratif.

 

Editor : Imam Rachmawan

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network