Dalam pelaksanaannya, KBM tetap dilakukan dengan sejumlah penyesuaian. Guru dan siswa tetap hadir ke sekolah, namun para siswa tidak menggunakan sepatu untuk menjaga kebersihan ruang kelas dari sisa genangan air.
“Semua siswa itu tidak ada yang libur, terlebih hari ini tidak dilanda curah hujan,” kata Hadi.
Hal serupa juga terjadi di SDN Komplek Pendidikan Rangkasbitung. Salah satu tenaga kependidikan di sekolah tersebut, Sukarno, mengatakan kegiatan belajar tetap berjalan meskipun banjir sempat masuk hingga halaman sekolah pada Senin (12/1/2026).
“Semua siswa belajar normal seperti hari biasa, meski sempat banjir sampai halaman sekolah,” katanya.
Sementara itu, para siswa mengaku tidak mengalami kendala berarti dalam mengikuti pelajaran. Yusuf, siswa SDN Komdik Rangkasbitung, menyebut banjir hanya menggenangi halaman sekolah dengan ketinggian sekitar 30 sentimeter dan tidak masuk ke ruang kelas.
“Kondisi bangunan sekolah kami berada di atas setelah dilakukan pembangunan, sehingga banjir hanya menggenangi halaman upacara saja,” kata Yusuf, siswa SDN Komdik Rangkasbitung, Lebak.
Disdik Kabupaten Lebak memastikan akan terus memantau kondisi sekolah-sekolah di wilayah rawan banjir serta mengutamakan keselamatan peserta didik dan tenaga pendidik dalam pelaksanaan KBM ke depan.
Editor : Imam Rachmawan
Artikel Terkait
