LEBAK, iNewsLebak.id - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) kembali meningkat di Kabupaten Lebak, Banten, pada awal tahun 2026. Dinas Kesehatan setempat mencatat 88 warga terinfeksi hingga 25 Januari 2026, seiring masih tingginya curah hujan di wilayah tersebut.
Lonjakan kasus ini mendorong Dinkes Lebak mengerahkan puskesmas untuk memperkuat pemantauan jentik nyamuk di permukiman warga melalui petugas Jumantik.
“Ya, sampai 25 Januari 2026 ini, kasus DBD di Lebak mencapai 88 orang,” kata Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular Dinkes Lebak, Rohmat Puji Raharjo, Senin (26/1/2026).
Menurut Rohmat, kondisi cuaca ekstrem mempercepat siklus perkembangbiakan nyamuk pembawa virus dengue. Banyaknya wadah air terbuka di sekitar rumah menjadi faktor utama meningkatnya risiko penularan.
“Berbagai upaya terus kami lakukan untuk mencegah DBD, salah satunya melalui Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan penerapan 3M Plus,” ujarnya.
Program 3M Plus, lanjutnya, menekankan kebiasaan menguras tempat air secara rutin, menutup penampungan air, serta mengelola barang bekas yang dapat menampung air hujan. Masyarakat juga diminta aktif melakukan pemeriksaan jentik secara mandiri.
Ia menegaskan bahwa pencegahan DBD tidak cukup hanya mengandalkan petugas kesehatan, tetapi memerlukan kedisiplinan di lingkungan tempat tinggal.
“Jika masyarakat menjaga kebersihan lingkungan dengan baik, penularan DBD dapat ditekan. Penyakit ini sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan yang tidak bersih,” tegasnya.
Editor : Imam Rachmawan
Artikel Terkait
