LEBAK, iNewsLebak.id - Musim hujan sering dikaitkan dengan udara yang lebih sejuk serta pemandangan alam yang tampak lebih hijau. Namun di balik suasana tersebut, tingginya curah hujan juga membawa perubahan pada lingkungan sekitar permukiman warga.
Genangan air, tanah yang lembap, hingga saluran drainase yang meluap membuat sejumlah hewan lebih sering muncul ke permukaan dan mendekati rumah-rumah penduduk.
Fenomena ini berkaitan dengan cara hewan beradaptasi terhadap habitat yang tergenang air. Saat tempat persembunyian alami terendam, mereka akan berpindah mencari lokasi yang lebih kering dan aman. Selain itu, kondisi lembap juga mempercepat perkembangbiakan beberapa spesies, sehingga populasinya meningkat dalam waktu singkat.
Berikut beberapa hewan yang kerap muncul di sekitar permukiman saat musim hujan akibat perubahan kondisi lingkungan yang lebih lembap dan tergenang air.
1. Kalajengking
Kalajengking kerap keluar dari sarangnya di dalam tanah ketika hujan deras membuat habitatnya tergenang. Hewan ini biasanya mencari tempat kering seperti celah dinding, tumpukan kayu, atau sudut rumah yang lembap dan gelap.
Aktivitasnya meningkat pada malam hari untuk berburu serangga yang juga bertambah jumlahnya saat musim hujan. Sengatannya memang jarang mematikan, tetapi dapat menimbulkan nyeri hebat dan bengkak, terutama berisiko bagi anak-anak dan lansia.
2. Ular
Ular menjadi salah satu hewan yang cukup sering terlihat saat musim hujan. Air yang masuk ke dalam liang atau semak-semak memaksa mereka berpindah ke area yang lebih tinggi, termasuk pekarangan dan rumah warga.
Kondisi lembap juga memicu meningkatnya populasi mangsa seperti katak dan tikus, sehingga ular lebih aktif berburu. Beberapa jenis ular berbisa dapat menimbulkan risiko serius jika terjadi gigitan tanpa penanganan cepat.
3. Nyamuk
Genangan air yang muncul di berbagai wadah menjadi tempat ideal bagi nyamuk untuk berkembang biak. Telur nyamuk yang sebelumnya kering akan menetas saat terkena air hujan.
Populasi yang meningkat ini berkaitan langsung dengan naiknya risiko penyakit seperti demam berdarah, malaria, dan chikungunya, terutama di wilayah padat penduduk.
4. Kecoa
Saat saluran air meluap, kecoa sering bermigrasi ke dalam rumah untuk mencari tempat yang lebih kering dan hangat. Kelembapan tinggi mempercepat siklus hidupnya sehingga jumlahnya cepat bertambah.
Meski tidak menggigit, kecoa dikenal membawa berbagai bakteri yang dapat mencemari makanan dan memicu gangguan kesehatan.
5. Lintah dan Pacet
Tanah basah dan aliran air hujan memudahkan lintah serta pacet muncul ke permukaan. Hewan penghisap darah ini biasanya menempel di kaki atau tubuh manusia, terutama di area kebun, sawah, dan halaman yang lembap.
Air liurnya mengandung zat antikoagulan yang membuat darah sulit membeku, sehingga luka bisa terus mengeluarkan darah meski setelah dilepaskan.
Editor : Imam Rachmawan
Artikel Terkait
