LEBAK iNews Lebak - Festival Budaya Banten yang Wajib Dikunjungi menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang ingin merasakan pengalaman berbeda saat berlibur ke Provinsi Banten. Tidak hanya menyuguhkan hiburan, festival budaya di Banten menghadirkan tradisi sakral, nilai sejarah, dan kearifan lokal yang masih terjaga hingga kini. Inilah alasan mengapa wisata ke Banten terasa kurang lengkap tanpa menghadiri festival budayanya.
Provinsi Banten dikenal sebagai wilayah dengan kekayaan budaya yang beragam. Mulai dari budaya Baduy hingga tradisi pesisir, seluruhnya dirayakan dalam berbagai festival tahunan. Momentum ini menjadi sarana pelestarian budaya sekaligus penggerak sektor pariwisata daerah.
Festival Budaya Banten yang Wajib Dikunjungi sebagai Daya Tarik Wisata
Keberadaan Festival Budaya Banten yang Wajib Dikunjungi berperan penting dalam memperkuat identitas daerah. Festival budaya menjadi ruang pertemuan antara masyarakat lokal dan wisatawan. Interaksi ini menciptakan pengalaman wisata yang lebih bermakna.
Menurut Prof. Dr. Agus Aris Munandar, Guru Besar Arkeologi Universitas Indonesia dan lulusan Universitas Indonesia, festival budaya merupakan media pelestarian tradisi. “Festival budaya menjaga kesinambungan nilai leluhur sekaligus memperkenalkannya kepada generasi muda dan wisatawan,” ujarnya dalam kajian budaya Nusantara.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa kunjungan wisata berbasis budaya mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini membuktikan minat wisatawan terhadap festival tradisional semakin besar. Banten menjadi salah satu daerah yang diuntungkan dari tren tersebut.
Seba Baduy, Festival Sakral yang Sarat Makna
Seba Baduy merupakan salah satu Festival Budaya Banten yang Wajib Dikunjungi karena nilai sakralnya. Tradisi ini dilakukan oleh masyarakat Baduy sebagai bentuk penghormatan kepada pemerintah daerah. Prosesi ini biasanya berlangsung setiap tahun dan menarik perhatian wisatawan.
Dalam Seba Baduy, masyarakat Baduy berjalan kaki dari pedalaman Lebak menuju pusat pemerintahan. Mereka membawa hasil bumi sebagai simbol rasa syukur. Ritual ini mencerminkan keharmonisan manusia dengan alam.
Editor : Imam Rachmawan
Artikel Terkait
