Kondisi serupa dirasakan pedagang ikan air tawar. Yana, pedagang ikan mas, menyebut harga ikan mas naik sekitar Rp10 ribu per kilogram.
Dari sebelumnya Rp35 ribu, kini berada di kisaran Rp40 ribu hingga Rp45 ribu.
Menurut Yana, kenaikan harga ikan air tawar dipicu menurunnya produksi di sentra budidaya.
Ia mengungkapkan banyak ikan di wilayah Cirata mati akibat penyakit, sehingga pasokan ke pasar berkurang.
“Barangnya susah, jadi harga ikut naik. Tapi yang berat itu daya beli turun,” ujar Yana.
Ia mengaku omzet penjualan ikut merosot sejak harga ikan melonjak. Dalam sehari, pendapatan bisa turun hingga 50 persen dibandingkan kondisi normal.
“Pembeli banyak yang mengeluh, ada yang batal beli. Kita pedagang cuma bisa menyesuaikan,” tambahnya.
Para pedagang berharap cuaca segera membaik agar nelayan kembali melaut dan pasokan ikan kembali normal.
Mereka menilai stabilnya harga sangat penting untuk menjaga daya beli masyarakat serta keberlangsungan pedagang kecil di pasar tradisional.
Editor : Imam Rachmawan
Artikel Terkait
