Selain air putih, menu sahur juga bisa membantu memenuhi kebutuhan cairan. Sup sayur, buah dengan kadar air tinggi seperti semangka atau melon, hingga yogurt tanpa tambahan gula bisa menjadi pendukung yang baik. Kandungan air alami dari makanan membantu tubuh bertahan lebih lama dari rasa haus.
Yang perlu diingat, jangan menunda minum hingga detik terakhir sebelum imsak. Minum terlalu dekat dengan waktu imsak dalam jumlah banyak bisa membuat perut tidak nyaman saat memulai puasa.
Kenali Tanda Tubuh Kekurangan Cairan
Tubuh biasanya memberi sinyal saat cairan mulai berkurang. Rasa pusing, bibir kering, lemas berlebihan, hingga warna urine yang lebih gelap dari biasanya bisa menjadi tanda dehidrasi ringan.
Jika tanda-tanda ini sering muncul saat puasa, evaluasi kembali pola minum di malam hari. Bisa jadi asupan cairan masih kurang atau tidak tersebar dengan baik. Konsistensi pola 2-4-2 membantu tubuh beradaptasi selama Ramadan.
Berpuasa bukan berarti membiarkan tubuh kekurangan cairan. Dengan pengaturan yang tepat sejak berbuka hingga sahur, kebutuhan cairan tetap terpenuhi. Tubuh pun bisa menjalani ibadah dengan lebih nyaman, tanpa gangguan haus berlebihan di siang hari.
Editor : iNews Lebak
Artikel Terkait
