Apakah Puasa Tanpa Sahur Tetap Sah? Simak Hukum, Manfaat, dan Risikonya

Salsabilla Putri Arlinda
Ilustrasi seorang wanita mengalami kekurangan energi dan penurunan produktivitas ketika berkegiatan karena risiko berpuasa tanpa sahur. (Foto: Pixabay)

1. Dehidrasi dan Kelelahan

Tanpa sahur, tubuh tidak memiliki cadangan cairan yang cukup sebelum memulai puasa. Kondisi ini dapat membuat seseorang lebih cepat merasa haus, lemas, atau pusing saat beraktivitas di siang hari.

2. Penurunan Gula Darah

Tidak adanya asupan makanan sejak malam hari juga dapat menyebabkan kadar gula darah turun lebih cepat. Kondisi ini dapat memicu gejala seperti gemetar, keringat dingin, hingga rasa lemah pada tubuh.

3. Gangguan Lambung

Lambung yang kosong terlalu lama dapat meningkatkan produksi asam lambung. Pada sebagian orang, kondisi ini dapat memicu keluhan seperti perih, mual, atau kambuhnya maag.

4. Menurunnya Konsentrasi dan Produktivitas

Kurangnya energi dan cairan juga dapat memengaruhi kemampuan tubuh untuk beraktivitas. Beberapa orang mungkin mengalami sakit kepala, sulit fokus, atau cepat merasa lelah saat berpuasa tanpa sahur.

Karena itu, meskipun puasa tanpa sahur tetap sah secara syariat, sahur tetap dianjurkan untuk membantu tubuh mempersiapkan energi, cairan, dan nutrisi yang dibutuhkan selama menjalani puasa. Dengan sahur yang cukup dan menu yang seimbang, puasa dapat dijalani dengan kondisi tubuh yang lebih stabil dan nyaman.

Editor : iNews Lebak

Sebelumnya
Halaman : 1 2 3 4

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network