“Program seperti ini harus dijaga integritasnya. Jika ada indikasi mark-up harga, maka transparansi anggaran menjadi hal yang sangat penting,” ujarnya.
Idham juga mendorong adanya audit terbuka serta pengawasan yang lebih ketat terhadap pengelolaan dapur MBG, terutama dalam proses pengadaan bahan pangan dan penggunaan anggaran operasional.
Ia menilai keterbukaan informasi mengenai mekanisme pengadaan, penentuan harga bahan makanan, hingga pengelolaan anggaran perlu disampaikan secara jelas kepada publik untuk menghindari spekulasi.
“Jika semuanya transparan, masyarakat tentu akan lebih percaya bahwa program ini benar-benar dijalankan untuk kepentingan rakyat,” jelasnya.
Ia berharap lembaga pengawas dan pihak berwenang dapat menelusuri informasi yang berkembang secara objektif agar kebenaran dugaan tersebut dapat diketahui secara jelas.
Di sisi lain, program Makan Bergizi Gratis dinilai memiliki tujuan penting untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak dan kelompok rentan.
Karena itu, pengelolaan program tersebut diharapkan tetap berjalan secara profesional, transparan, dan bebas dari potensi penyimpangan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat yang membutuhkan.
Editor : iNews Lebak
Artikel Terkait
