LEBAK, iNewsLebak.id - Komnas Perlindungan Anak (PA) Banten mencatat sebanyak 560 anak menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga sepanjang 2025. Kasus tersebut diduga berkaitan dengan pola pengasuhan orang tua yang dipengaruhi pengalaman masa kecil mereka.
Ketua Komnas PA Banten Hendry Gunawan mengatakan bentuk kekerasan yang dialami anak bervariasi, mulai dari kekerasan fisik hingga psikis dan seksual yang terjadi di lingkungan keluarga.
“Jadi orang tua hari ini mengasuh anak-anak dengan cara ketika dia dulu diasuh ketika dia memang hari ini tidak belajar teori parenting terbaru tentang bagaimana digital parenting dan lain sebagainya,” kata Hendry, Rabu (11/3/2026).
Ia menjelaskan sebagian orang tua kerap tidak menyadari bahwa pola pengasuhan yang mereka lakukan berpotensi menimbulkan kekerasan. Hal tersebut karena mereka dibesarkan dengan pola yang sama sehingga menganggap cara tersebut sebagai sesuatu yang wajar.
Selain itu, perbedaan generasi juga dinilai memengaruhi pola komunikasi antara orang tua dan anak. Saat ini banyak orang tua berasal dari generasi X dan milenial, sementara anak-anak mereka berasal dari generasi Z dan Alpha yang memiliki akses informasi serta nilai sosial yang berbeda.
Perbedaan tersebut kerap memicu konflik dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya terkait penggunaan telepon genggam oleh anak.
Editor : iNews Lebak
Artikel Terkait
