560 Anak Jadi Korban Kekerasan di Banten, Komnas PA Soroti Trauma Pola Asuh

Salsabilla Putri Arlinda
Ilustrasi anak menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga. (Foto: Ist)

Menurut Hendry, anak yang sedang menggunakan gawai sering kali bereaksi agresif ketika ponselnya diambil. Situasi tersebut terkadang direspons orang tua dengan kemarahan yang berujung pada tindakan kekerasan.

Ia juga mencontohkan kasus yang pernah didampingi Komnas PA terkait seorang remaja perempuan berusia sekitar 16 hingga 17 tahun yang mengalami kekerasan setelah mencoba membela ibunya saat terjadi pertengkaran dengan ayahnya.

Peristiwa tersebut menyebabkan korban mengalami trauma berat hingga menarik diri dari lingkungan sosial. Korban bahkan merasa takut bertemu laki-laki dan harus menjalani pendampingan psikologis.

“Sampai kami berikan surat keterangan ke sekolah bahwa si anak ini sedang dalam pendampingan,” tuturnya.

Hendry menekankan pentingnya orang tua terus memperbarui pengetahuan mengenai pola pengasuhan agar dapat menyesuaikan dengan perkembangan zaman dan membangun komunikasi yang lebih baik dengan anak.

"Update pengetahuan menjadi sangat penting,” pungkasnya.

Editor : iNews Lebak

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network