Menurut Hendry, anak yang sedang menggunakan gawai sering kali bereaksi agresif ketika ponselnya diambil. Situasi tersebut terkadang direspons orang tua dengan kemarahan yang berujung pada tindakan kekerasan.
Ia juga mencontohkan kasus yang pernah didampingi Komnas PA terkait seorang remaja perempuan berusia sekitar 16 hingga 17 tahun yang mengalami kekerasan setelah mencoba membela ibunya saat terjadi pertengkaran dengan ayahnya.
Peristiwa tersebut menyebabkan korban mengalami trauma berat hingga menarik diri dari lingkungan sosial. Korban bahkan merasa takut bertemu laki-laki dan harus menjalani pendampingan psikologis.
“Sampai kami berikan surat keterangan ke sekolah bahwa si anak ini sedang dalam pendampingan,” tuturnya.
Hendry menekankan pentingnya orang tua terus memperbarui pengetahuan mengenai pola pengasuhan agar dapat menyesuaikan dengan perkembangan zaman dan membangun komunikasi yang lebih baik dengan anak.
"Update pengetahuan menjadi sangat penting,” pungkasnya.
Editor : iNews Lebak
Artikel Terkait
