Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Enggak Main-Main! Setahun Prabowo-Gibran: Seskab Spill Capaian Penting dan BLT Rp30 Triliun
Advertisement . Scroll to see content

Pernah Dipenjara, Rekam Jejak Thaksin Shinawatra yang Dilantik Sebagai Dewan Penasihat Danantara

Selasa, 25 Maret 2025 | 12:30 WIB
  • author Abi Rama Wicaksono
Pernah Dipenjara, Rekam Jejak Thaksin Shinawatra yang Dilantik Sebagai Dewan Penasihat Danantara
Foto mantan perdana menteri Thailand, Thaksin Shinawatra. Sekarang menjadi dewan penasihat Danantara. (Foto: MPI)

Setelah menamatkan pendidikannya, ia berkarir di Kepolisian Kerajaan Thailand hingga mencapai pangkat Letnan Kolonel, sebelum akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri pada tahun 1987 dan fokus pada dunia bisnis.

Pada tahun 1987, Thaksin Shinawatra mendirikan dua perusahaan, yaitu Advanced Info Service (AIS) dan Shin Corporation, yang kemudian mengantarkannya menjadi orang terkaya di Thailand.

Karier di Dunia Politik

Pada tahun 1998, Thaksin Shinawatra membentuk Partai Thai Rak Thai (TRT) yang terkenal dengan program-program populisnya. Partai ini berhasil memenangkan pemilihan umum tahun 2001 dengan perolehan suara yang signifikan. Hal tersebut membuat Thaksin terpilih menjadi PM Thailand.

Selama masa kepemimpinannya, Thaksin menerapkan beragam kebijakan yang berdampak pada ekonomi dan kehidupan sosial masyarakat. Kebijakan-kebijakan tersebut mencakup program kesehatan yang terjangkau dengan biaya 30 baht, upaya untuk mengurangi tingkat kemiskinan, pembangunan infrastruktur yang lebih baik, serta dukungan bagi pengembangan usaha kecil dan menengah (UKM).

Kejatuhan Thaksin dan Kudeta Militer

Di balik keberhasilan kebijakan-kebijakan yang diterapkannya, Thaksin juga menghadapi berbagai kontroversi selama menjabat sebagai perdana menteri. Terutama, program pemberantasan narkoba yang menimbulkan lebih dari 2.500 korban jiwa dan tuduhan pelanggaran HAM.

Editor: Imam Rachmawan

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut