Kunjungan Wisata di Lebak Turun Selama Libur Nataru 2026, Ini Penjelasan Disbudpar
LEBAK, iNewsLebak.id - Kunjungan wisata selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Kabupaten Lebak mengalami penurunan signifikan. Faktor cuaca ekstrem yang diprediksi terjadi sepanjang periode Nataru menjadi penyebab utama melemahnya minat wisatawan.
Berdasarkan data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Lebak, jumlah wisatawan selama Nataru tercatat sebanyak 150.030 orang. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 250 ribu kunjungan.
Kepala Disbudpar Kabupaten Lebak, Yosep M Holis, menyebut masifnya informasi prediksi cuaca buruk sangat memengaruhi keputusan masyarakat untuk berwisata. Kondisi itu berdampak langsung karena mayoritas destinasi unggulan di Lebak merupakan wisata alam berbasis pantai.
“Tahun lalu kunjungan bisa mencapai 250 ribu wisatawan. Tahun ini menurun karena prediksi cuaca yang kerap diberitakan buruk, padahal di lokasi wisata kondisinya relatif aman,” ujar Yosep, Selasa (6/1/2026).
Selain cuaca, Yosep menilai penurunan daya beli masyarakat juga turut menekan jumlah kunjungan. Situasi tersebut sudah dirasakan sektor pariwisata Lebak dalam dua hingga tiga tahun terakhir.
Ia menambahkan, keterbatasan sarana dan prasarana serta pengelolaan destinasi yang belum optimal juga memengaruhi minat wisatawan. Dengan kondisi tersebut, pemerintah daerah sejak awal telah memproyeksikan capaian kunjungan Nataru berada di bawah tahun sebelumnya.
“Prediksi cuaca buruk juga memicu pergeseran tren kunjungan. Jika sebelumnya wisata pantai seperti Sawarna menjadi tujuan utama, pada Nataru kali ini wisatawan lebih banyak memilih destinasi nonpantai,” tuturnya.
Disbudpar mencatat, sekitar 150 ribu wisatawan yang berkunjung sejak 24 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026 tersebar di 42 destinasi wisata. Lima lokasi dengan jumlah kunjungan tertinggi di antaranya Lereng Cibolang lebih dari 12 ribu wisatawan, Seba Budaya Baduy 7.259 kunjungan, Makam Wong Sagati 6.104 kunjungan, Ziarah Cokel 5.950 kunjungan, dan BIM Waterpark 5.714 kunjungan.
“Selain itu, destinasi ziarah Cokel, BIM Water Park, sejumlah objek wisata di wilayah perkotaan, hingga Museum Multatuli juga menunjukkan angka kunjungan yang cukup baik,” kata Yosep.
Meski kunjungan Nataru menurun, Yosep menyampaikan sektor pariwisata Lebak secara tahunan tetap menunjukkan kinerja positif. Sepanjang Januari hingga Desember 2025, jumlah wisatawan tercatat melampaui 1,1 juta orang dan melebihi target yang ditetapkan.
“Bagi kami, kunjungan bukan hanya soal jumlah orang datang, tetapi juga berapa lama mereka tinggal dan seberapa besar perputaran ekonomi yang terjadi di Lebak,” ujarnya.
Editor : Imam Rachmawan