Jalan Rusak, Warga Nambo Gelar Aksi di KP3B Tuntut Tanggung Jawab Gubernur dan Kontraktor
Perwakilan masyarakat Kampung Nambo, Nurdin, menegaskan bahwa aksi tersebut bukanlah bentuk penolakan terhadap program pembangunan gubernur.
"Kami sekali lagi tidak menolak program Bapak Andra Soni di Desa Cikeusik. Yang kami tolak adalah pembiaran terhadap pengrusakan jalan, saluran air di pinggir jalan yang hancur, serta longsoran tanah akibat beban mobil jayamik yang sampai hari ini tidak kunjung diperbaiki secara tuntas," tegas Nurdin.
Ia menambahkan, kehadiran warga di KP3B adalah untuk menuntut tanggung jawab yang jelas dari pemerintah dan pihak pelaksana proyek.
"Jadi sudah jelas, kami datang ke sini untuk meminta pertanggungjawaban, karena kontraktor tidak memberikan kepastian kepada masyarakat terkait perbaikan, sehingga jalan yang kami tempuh yaitu mengadu langsung kepada Gubernur," lanjutnya.
Menanggapi tuntutan tersebut, Kadis PUPR Provinsi Banten Arlan Marzan menyampaikan komitmen pemerintah untuk segera menindaklanjuti keluhan warga.
Editor : U Suryana