5 Alat Musik Tradisional Khas Banten, Warisan Budaya yang Tetap Hidup
LEBAK, iNewsLebak.id - Provinsi Banten dikenal sebagai wilayah yang kaya akan nilai budaya dan tradisi. Letaknya yang strategis sebagai daerah pelabuhan sejak masa lampau membuat Banten menerima banyak pengaruh budaya luar. Meski demikian, masyarakat setempat tetap berupaya menjaga dan melestarikan identitas budayanya, salah satunya melalui kesenian alat musik tradisional.
Alat musik tradisional Banten bukan hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga memiliki nilai historis, filosofis, hingga spiritual. Berikut beberapa alat musik khas Banten yang hingga kini masih dikenal dan dilestarikan masyarakat.
Angklung Buhun merupakan alat musik tradisional khas masyarakat Baduy di Kabupaten Lebak. Terbuat dari bambu, angklung ini menghasilkan bunyi harmonis ketika diguncangkan.
Kata buhun berarti tua atau kuno, yang menandakan bahwa angklung ini merupakan warisan budaya leluhur masyarakat Baduy. Angklung Buhun tidak hanya berfungsi sebagai alat musik, tetapi juga memiliki nilai magis dan sakral, sehingga penggunaannya tidak dilakukan sembarangan.
Bedug Banten atau yang lebih dikenal dengan Rampak Bedug merupakan kesenian tradisional yang berkembang di masyarakat Banten. Kesenian ini berasal dari tradisi Bedug Ngadu yang biasa dimainkan saat perayaan hari besar Islam seperti Idul Fitri dan Idul Adha.
Rampak Bedug dimainkan menggunakan beberapa jenis drum, mulai dari drum besar sebagai penghasil nada bass hingga drum kecil yang berfungsi mengatur ritme dan tempo. Keunikan kesenian ini terletak pada perpaduan bunyi bedug dengan lantunan doa yang dilafalkan oleh para pemainnya.
Editor : Imam Rachmawan