Duh! Terbiasa Makan Mi Instan, Puluhan Pelajar di Pelosok Lebak Alami Alergi Usai Konsumsi Menu MBG
LEBAK, iNewsLebak.id - Puluhan pelajar di wilayah pelosok Kabupaten Lebak, Banten, mengalami reaksi alergi usai mengonsumsi menu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kondisi tersebut mendorong Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat melakukan penyesuaian menu makanan bagi para siswa.
Peristiwa itu terjadi di sejumlah sekolah di wilayah Cilangkahan, Kabupaten Lebak, pada Kamis (22/1/2026). Para pelajar mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap nasi dan lauk laut yang disediakan dalam program pemerintah tersebut.
Sejumlah siswa mengaku tidak terbiasa mengonsumsi nasi dan ikan sejak kecil. Pola makan harian yang didominasi makanan instan dan jajanan warung menjadi salah satu penyebab munculnya reaksi tubuh.
Salah satu pelajar, Nazwa, mengungkapkan dirinya merasa tidak nyaman setelah mengonsumsi nasi.
“Dari kecil saya jarang makan nasi, lebih sering mie instan. Pas makan nasi malah pusing,” ujarnya.
Keluhan serupa juga disampaikan pelajar lainnya, Nuraini. Ia menyebut jenis makanan tertentu lebih cocok dengan kondisi tubuhnya.
“Kalau makan nasi perut sakit, lebih cocok kentang atau ubi,” katanya.
Pihak sekolah membenarkan adanya keluhan yang dialami siswa setelah mengonsumsi menu program MBG. Kondisi tersebut langsung dilaporkan kepada penyelenggara program agar segera ditindaklanjuti.
Kepala sekolah setempat, Mursidi, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan SPPG. Sekolah meminta agar menu disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan kebiasaan makan para siswa.
“Kami sudah sampaikan ke pihak SPPG agar menu disesuaikan dengan kondisi siswa,” jelasnya.
Menindaklanjuti laporan tersebut, SPPG Cilangkahan langsung melakukan evaluasi menu. Pihak penyelenggara mengganti nasi dengan kentang atau ubi sebagai sumber karbohidrat.
Selain itu, lauk laut juga diganti dengan telur dan ayam. Langkah ini dilakukan agar program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan tanpa menimbulkan gangguan kesehatan bagi pelajar.
Editor : Imam Rachmawan