get app
inews
Aa Text
Read Next : 6 Penginapan Murah di Lebak yang Paling Banyak Dikunjungi, Harga Bersahabat!

Keluarga Risiko Stunting di Lebak Turun dari 162 Ribu Jadi 43 Ribu

Kamis, 12 Februari 2026 | 14:00 WIB
header img
Ilustrasi upaya pencegahan stunting melalui pemberian asupan gizi kepada anak dan keluarga risiko stunting di Kabupaten Lebak. (Foto: Ist)

LEBAK iNewsLebak.id  Jumlah Keluarga Risiko Stunting (KRS) di Kabupaten Lebak tercatat turun drastis dalam tiga tahun terakhir, dari 162.000 keluarga menjadi 43.088 keluarga pada 2025 setelah dilakukan intervensi melalui Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting).

Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana pada Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak serta Kependudukan dan Keluarga Berencana (DP3AKKB) Kabupaten Lebak, Tuti Nurasiah, mengatakan penurunan tersebut merupakan hasil pelaksanaan Program Genting yang menjadi salah satu dari lima program prioritas BKKBN dalam mempersiapkan Generasi Emas 2045 agar terbebas dari stunting.

Menurutnya, program tersebut membutuhkan dukungan berbagai pihak, mulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), BUMN, perusahaan swasta, tokoh masyarakat, tokoh agama, lembaga pendidikan hingga media. Program Genting dijalankan secara gotong royong dan tidak hanya mengandalkan peran pemerintah sebagai orang tua asuh bagi KRS.

Masyarakat juga dapat berpartisipasi dengan menghimpun dana yang kemudian dikelola oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lebak. Dana tersebut selanjutnya disalurkan kepada relawan Dapur Atasi Stunting (Dahsyat) yang tersebar di seluruh desa untuk menyediakan makanan bergizi bagi keluarga sasaran.

Relawan Dahsyat menyalurkan asupan makanan berstandar gizi dan protein kepada 45.088 KRS, 4.286 ibu hamil, 14.301 bayi usia dua tahun (baduta), serta 45.690 balita. Pemberian asupan dilakukan sesuai kebutuhan pemulihan, mulai dari 14 hari hingga enam bulan.

“Kami berharap Program Genting itu dapat meminimalisasi kasus KRS. Bila KRS menurun dipastikan Lebak bisa terbebas anak stunting,” kata Tuti.

Sementara itu, sejumlah KRS di Rangkasbitung mengaku masih menerima bantuan makanan bergizi dari Dapur Dahsyat di desa setempat. Penyaluran bantuan tersebut bertujuan meningkatkan status gizi anak.

“Kami merasa lega dua anak yang awalnya mengalami gizi kurang, namun dengan adanya makanan bergizi dari Dapur Dahsyat kini kondisi tubuhnya lebih baik,” kata Aminah (35), warga Rangkasbitung.

Editor : Editor iNews Lebak

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut