Lebak Miliki 200 Km Jalan Rusak Berat, Terparah di Banten
LEBAK, iNewsLebak.id – Kabupaten Lebak tercatat memiliki sekitar 200 kilometer jalan rusak berat, menjadikannya daerah dengan kerusakan infrastruktur jalan terparah di Provinsi Banten, berdasarkan data Pemerintah Provinsi Banten.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banten, Arlan Marzan, menyebut Lebak menjadi wilayah dengan tingkat kerusakan jalan paling tinggi dibanding kabupaten lain di Banten. Selain Lebak, kerusakan juga tercatat di Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Serang dengan panjang yang lebih kecil.
"Provinsi Banten masih menghadapi kesenjangan infrastruktur jalan, khususnya di wilayah pedesaan. Di Kabupaten Lebak terdapat sekitar 200 km jalan rusak berat, Pandeglang 40 km, dan di Kabupaten Serang, seperti Desa Cikedung, 10 km jalan belum tersentuh perbaikan," kata Arlan, Jumat (13/2/2026).
Ia menilai kondisi tersebut berdampak langsung pada aktivitas masyarakat, terutama dalam mengakses layanan dasar serta kegiatan ekonomi di pedesaan.
"Kondisi ini (jalan rusak) menyebabkan keterisolasian desa serta menghambat akses pendidikan, kesehatan, dan ekonomi," ucap Arlan.
Menurutnya, persoalan jalan rusak telah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Banten 2025–2029. Melalui Rencana Strategis (Renstra) PUPR, rehabilitasi jalan desa ditetapkan sebagai prioritas pembangunan.
"Renstra PUPR menetapkan rehabilitasi jalan desa sebagai prioritas. Pemerintah Provinsi Banten kemudian meluncurkan Program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra) untuk mengurangi disparitas desa-kota," kata Arlan.
Arlan juga menyampaikan bahwa pemerintah provinsi telah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan dan perbaikan jalan desa serta masih melakukan pendataan lokasi yang akan ditangani.
"Tahun ini anggarannya Rp164 miliar. Panjang jalan yang ditangani sekitar 30 hingga 40 kilometer," ujar Arlan, Senin (19/2).
Ia menjelaskan bahwa terjadi peningkatan alokasi anggaran dibandingkan tahun sebelumnya.
"Tahun lalu anggaran murni sekitar Rp80 miliar, kemudian pada APBD Perubahan menjadi sekitar Rp150 miliar. Sekarang, anggaran murni saja sudah Rp164 miliar, jadi jelas ada peningkatan signifikan," ucap Arlan.
Editor : iNews Lebak