get app
inews
Aa Text
Read Next : BGN Tegaskan SPPG di Lebak Bisa Ditutup Jika IPAL Tak Penuhi Standar

DPRD Lebak Desak Evaluasi MBG, Standar Gizi Menu Dipertanyakan

Rabu, 25 Februari 2026 | 14:00 WIB
header img
Ketua DPRD Kabupaten Lebak, Juwita Wulandari. (Foto: Ist)

LEBAK, iNewsLebak.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lebak mendesak dilakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) menyusul munculnya persoalan kualitas menu yang dinilai belum memenuhi standar gizi seimbang bagi anak sekolah.

Dorongan evaluasi tersebut disampaikan DPRD sebagai bagian dari fungsi pengawasan terhadap program pemerintah yang tengah berjalan di daerah. Legislator menilai implementasi MBG tidak boleh hanya berfokus pada penyaluran, tetapi juga harus memastikan kualitas dan komposisi gizi benar-benar sesuai dengan kebutuhan anak usia sekolah.

Ketua DPRD Kabupaten Lebak, Juwita Wulandari, menegaskan penyajian menu yang tidak memperhatikan keseimbangan gizi berpotensi menghambat tujuan utama program.

“Kalau menu yang diberikan asal-asalan, tidak dijaga kualitas dan kombinasinya, maka sudah pasti bisa berdampak pada gizi yang tidak seimbang. Bahkan punya risiko terhadap anak. Artinya program ini bisa gagal meningkatkan gizi anak,” tegasnya, Selasa (24/2/2026).

Menurutnya, MBG merupakan program strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam membangun sumber daya manusia sejak dini. Karena itu, pelaksanaan di tingkat daerah harus selaras dengan visi besar tersebut dan tidak boleh mengabaikan mutu sajian makanan.

“Saya minta SPPG serius menyajikan menunya, jangan asal-asalan. Soal MBG bukan cuma soal profit, tetapi ada tanggung jawab moral kepada publik. Karena hakikatnya anggaran MBG itu dari pajak rakyat yang harus dibelanjakan sebagaimana mestinya,” katanya.

DPRD, lanjutnya, akan meminta laporan dan melakukan evaluasi apabila ditemukan indikasi penyajian menu yang tidak sesuai standar. Pengawasan dinilai penting agar program tidak sekadar berjalan secara administratif, tetapi benar-benar memberi dampak pada peningkatan kualitas gizi anak.

Sejumlah wali murid di wilayah Rangkasbitung turut menyampaikan keberatan terkait variasi menu yang dinilai masih terbatas. Salah seorang penerima manfaat yang enggan disebutkan namanya mengaku isi makanan yang diterima cenderung serupa dalam beberapa kali pembagian.

“Menunya sering sama, kadang cuma itu-itu saja,” ucapnya singkat.

Menanggapi hal tersebut, Juwita memastikan pihaknya akan menindaklanjuti persoalan itu melalui koordinasi dengan instansi terkait agar kualitas menu dapat diperbaiki.

“Insya Allah pasti kami tindak lanjuti agar memastikan menu MBG yang dikeluarkan tidak asal-asalan. Tujuannya jelas, untuk kesehatan dan masa depan anak-anak kita,” katanya.

Editor : iNews Lebak

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut