get app
inews
Aa Text
Read Next : BGN Tegaskan SPPG di Lebak Bisa Ditutup Jika IPAL Tak Penuhi Standar

Terapkan Pola 2-4-2 Agar Tubuh Tetap Terhidrasi Ketika Berpuasa

Jum'at, 27 Februari 2026 | 17:00 WIB
header img
Ilustrasi minum air dengan pola 2-4-2 agar tubuh tetap terhidrasi ketika berpuasa. (Foto: Freepik)

LEBAK, iNewsLebak.id - Menahan lapar mungkin terasa menantang, tapi menahan haus sering kali lebih berat. Selama Ramadan, tubuh bisa tidak mendapat asupan cairan hingga lebih dari 14 jam. 

Kalau tidak diatur dengan baik, risiko dehidrasi bisa muncul. Salah satu cara sederhana yang bisa diterapkan adalah pola 2-4-2. 

Pola ini membantu membagi delapan gelas air dalam waktu berbuka hingga sahur, sehingga tubuh tetap terhidrasi tanpa terasa “kebanyakan minum” dalam satu waktu.

Awali Berbuka dengan Dua Gelas Air

Saat azan Maghrib berkumandang, godaan untuk langsung minum banyak memang besar. Namun, tubuh tetap perlu adaptasi. Cukupkan dua gelas air putih, diminum perlahan, bukan sekaligus.

Sebelum makan berat, awali dengan kurma atau potongan buah segar. Selain memberi energi cepat, buah membantu lambung menyesuaikan diri setelah seharian kosong. Air putih yang diminum perlahan akan menggantikan cairan yang hilang tanpa membuat perut terasa begah atau mual.

Langkah sederhana ini penting karena setelah berjam-jam tanpa minum, tubuh membutuhkan cairan untuk menstabilkan kembali sirkulasi dan suhu tubuh.

Empat Gelas di Waktu Malam

Setelah berbuka, jangan berhenti di dua gelas pertama. Tubuh masih perlu “mengisi ulang” cadangan cairan untuk esok hari. Empat gelas berikutnya bisa dibagi bertahap sepanjang malam.

Misalnya, dua gelas setelah makan malam atau setelah salat tarawih, lalu dua gelas lagi menjelang tidur. Tidak harus air dingin; air hangat justru lebih nyaman bagi sebagian orang. Jika ingin variasi rasa, infused water dengan potongan lemon atau mentimun bisa jadi pilihan tanpa tambahan gula.

Dengan pola bertahap seperti ini, tubuh memiliki waktu menyerap cairan secara optimal. Minum sekaligus dalam jumlah banyak justru membuat kita lebih sering ke kamar mandi tanpa benar-benar menyimpan cadangan cairan yang cukup.

Dua Gelas Saat Sahur

Sahur bukan hanya soal makanan, tetapi juga strategi menjaga hidrasi. Biasakan minum satu gelas saat mulai makan sahur, lalu satu gelas lagi mendekati waktu imsak.

Selain air putih, menu sahur juga bisa membantu memenuhi kebutuhan cairan. Sup sayur, buah dengan kadar air tinggi seperti semangka atau melon, hingga yogurt tanpa tambahan gula bisa menjadi pendukung yang baik. Kandungan air alami dari makanan membantu tubuh bertahan lebih lama dari rasa haus.

Yang perlu diingat, jangan menunda minum hingga detik terakhir sebelum imsak. Minum terlalu dekat dengan waktu imsak dalam jumlah banyak bisa membuat perut tidak nyaman saat memulai puasa.

Kenali Tanda Tubuh Kekurangan Cairan

Tubuh biasanya memberi sinyal saat cairan mulai berkurang. Rasa pusing, bibir kering, lemas berlebihan, hingga warna urine yang lebih gelap dari biasanya bisa menjadi tanda dehidrasi ringan.

Jika tanda-tanda ini sering muncul saat puasa, evaluasi kembali pola minum di malam hari. Bisa jadi asupan cairan masih kurang atau tidak tersebar dengan baik. Konsistensi pola 2-4-2 membantu tubuh beradaptasi selama Ramadan.

Berpuasa bukan berarti membiarkan tubuh kekurangan cairan. Dengan pengaturan yang tepat sejak berbuka hingga sahur, kebutuhan cairan tetap terpenuhi. Tubuh pun bisa menjalani ibadah dengan lebih nyaman, tanpa gangguan haus berlebihan di siang hari.

Editor : iNews Lebak

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut