get app
inews
Aa Text
Read Next : BGN Tegaskan SPPG di Lebak Bisa Ditutup Jika IPAL Tak Penuhi Standar

Darurat Pergeseran Tanah di Bayah: 32 Rumah Warga Terancam, Relokasi Mendesak

Rabu, 04 Maret 2026 | 10:00 WIB
header img
Ilustrasi pergeseran tanah yang mengancam puluhan rumah di Kampung Cinangga, Desa Bayah Timur, Kabupaten Lebak. (Foto: Ist)

LEBAK, iNewsLebak.id - Puluhan rumah warga di Kampung Cinangga, Desa Bayah Timur, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, terancam ambruk akibat pergeseran tanah yang semakin parah. Sebanyak tujuh kepala keluarga sudah mengungsi, sementara warga lainnya mendesak pemerintah daerah segera menyiapkan relokasi demi keselamatan mereka.

Kerusakan akibat pergeseran tanah di Kampung Cinangga terlihat jelas pada puluhan rumah warga. Beberapa bangunan mengalami retakan parah hingga lantai dan dinding terbelah, memaksa tujuh kepala keluarga meninggalkan rumah mereka, sementara penghuni lain harus tetap tinggal meski dihantui rasa waswas setiap hari.

“Saya takut tiba-tiba rumah roboh. Makanya saya pindah ke rumah saudara dan mengosongkan rumah ini,” kata salah seorang warga, Rahmi Nur, Selasa (3/3/2026).

Beberapa rumah lain yang masih ditempati menunjukkan keretakan sedang hingga berat. Warga mengaku cemas, terutama karena musim hujan dapat memperburuk kondisi bangunan.

“Apalagi sekarang musim hujan. Warga di sini khawatir kalau tiba-tiba rumah roboh. Kami bukan tidak mau mengungsi, tapi mau ke mana karena tidak punya tempat lain,” ucapnya.

Kepala Desa Bayah Timur, Rafik Rahmat Taufik, membenarkan kondisi tersebut dan menekankan bahwa pergeseran tanah telah berlangsung sejak puluhan tahun, meski dalam tiga tahun terakhir kondisi semakin kritis.

"Ada 32 rumah yang terdampak dan mengalami keretakan sedang hingga parah. Bahkan tujuh kepala keluarga sudah mengungsi," tandasnya.

Rafik menambahkan, jumlah warga terdampak hampir 150 jiwa, sehingga relokasi menjadi langkah yang sangat penting untuk menghindari risiko lebih besar.

"Tanah labil di kampung Cinangga memang sudah terjadi sejak tahun 80. Namun kondisi terparahnya terjadi sejak tiga tahun lalu," tambahnya.

Desa Bayah Timur sejatinya telah menyiapkan lahan untuk relokasi, tetapi prosesnya tertunda karena terbentur anggaran. Rafik berharap Pemkab Lebak dan Pemprov Banten segera menindaklanjuti.

"Kami sudah punya lahan untuk relokasi, cuma terbentur anggaran relokasinya. Makanya saya berharap Pemkab Lebak dan Pemprov Banten, agar segera melakukan langkah serius merelokasi warga kami, sehingga dampak yang lebih buruk tidak terjadi di sini," jelasnya.

Pemerintah desa menegaskan perlunya koordinasi dengan Pemkab dan pihak terkait agar relokasi dan mitigasi bencana dapat segera dilaksanakan. Warga berharap langkah nyata segera dilakukan, sehingga mereka tidak terus dihantui ketakutan rumah ambruk.

Editor : iNews Lebak

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut