get app
inews
Aa Text
Read Next : BGN Tegaskan SPPG di Lebak Bisa Ditutup Jika IPAL Tak Penuhi Standar

Lonjakan Stunting di Lebak Picu Kewaspadaan Serius pada Awal 2026

Rabu, 04 Maret 2026 | 12:00 WIB
header img
Ilustrasi anak stunting di lebak yang mengalami kenaikan yang signifikan. (Foto: Ist)

LEBAK, iNewsLebak.id – Kenaikan signifikan angka stunting di Kabupaten Lebak pada awal 2026 menjadi perhatian serius. Dalam kurun dua bulan, jumlah anak terdampak tercatat bertambah lebih dari 2.000 kasus, memicu kekhawatiran terhadap kondisi tumbuh kembang generasi di daerah tersebut.

Berdasarkan pembaruan data Februari 2026, jumlah balita yang teridentifikasi stunting di Lebak naik menjadi 6.300 anak. Sebelumnya, pada 29 Januari 2026, tercatat 4.124 anak atau sekitar 5,66 persen dari total balita. Kenaikan dalam waktu relatif singkat itu menunjukkan tren yang perlu segera diantisipasi.

Dengan angka tersebut, Lebak kini tercatat sebagai wilayah dengan jumlah kasus stunting tertinggi kedua di Provinsi Banten setelah Kabupaten Pandeglang.

Anggota Komisi X DPR RI, Adde Rosi Khorunnisa, menilai lonjakan ini tidak bisa dianggap sebagai fluktuasi biasa karena berkaitan langsung dengan kualitas sumber daya manusia di masa depan.

“Ini kondisi yang harus kita sikapi serius. Stunting bukan hanya soal tinggi badan, tetapi menyangkut kualitas generasi masa depan,” katanya, Rabu (4/3/2026).

Ia menekankan bahwa penanganan stunting tidak dapat dilakukan secara sektoral. Menurutnya, dibutuhkan penguatan koordinasi lintas sektor mulai dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader posyandu, hingga pemerintah desa agar intervensi berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.

Untuk mendukung langkah tersebut, Adde Rosi menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) guna memperkuat pendekatan berbasis riset dalam penyusunan program pencegahan dan penanganan.

“Perhatian tidak boleh dimulai saat anak sudah lahir. Sejak dalam kandungan, ibu harus mendapat asupan yang cukup seperti asam folat, protein, karbohidrat, dan vitamin,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa periode 1.000 hari pertama kehidupan merupakan fase krusial dalam menentukan tumbuh kembang anak, baik secara fisik maupun kognitif.

“Kita tidak boleh saling menyalahkan. Yang dibutuhkan adalah kerja bersama dan kesadaran kolektif. Generasi Lebak ke depan harus tumbuh sehat, cerdas, dan kuat,” ujarnya.

Lonjakan pada awal tahun ini menjadi catatan penting bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat langkah pencegahan agar tren kenaikan tidak terus berlanjut dalam beberapa bulan mendatang.

Editor : iNews Lebak

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut