get app
inews
Aa Text
Read Next : BGN Tegaskan SPPG di Lebak Bisa Ditutup Jika IPAL Tak Penuhi Standar

Puasa Tapi Berat Badan Naik? Ini Penyebab yang Sering Tak Disadari Saat Ramadan

Kamis, 05 Maret 2026 | 14:00 WIB
header img
Ilustrasi timbangan berat badan yang malah naik ketika puasa ramadan. (Foto: Ist)

LEBAK, iNewsLebak.id – Puasa selama bulan Ramadan sering dianggap sebagai momen yang tepat untuk menurunkan berat badan karena waktu makan menjadi lebih terbatas. Namun pada kenyataannya, tidak sedikit orang justru mengalami kenaikan berat badan saat menjalani ibadah puasa. Kondisi ini umumnya terjadi karena perubahan pola makan, jenis makanan saat berbuka, serta berkurangnya aktivitas fisik yang membuat asupan kalori lebih besar dibanding energi yang dikeluarkan tubuh.

Perubahan ritme makan selama Ramadan membuat tubuh harus beradaptasi dengan pola baru. Dari yang sebelumnya makan beberapa kali dalam sehari, kini waktu makan biasanya hanya terjadi saat sahur dan berbuka. Meski terlihat lebih sedikit, jumlah kalori yang masuk justru bisa meningkat jika tidak diatur dengan baik.

Berikut beberapa penyebab yang sering membuat berat badan justru naik selama bulan puasa.

Perubahan Pola Makan Membuat Tubuh Beradaptasi

Selama berpuasa, tubuh tidak menerima asupan makanan dan minuman dalam waktu yang cukup lama. Dalam kondisi ini, tubuh akan menggunakan cadangan energi yang tersimpan untuk menjalankan berbagai fungsi metabolisme.

Ketika energi dari makanan tidak tersedia, tubuh mulai memanfaatkan simpanan glikogen dan lemak sebagai bahan bakar. Pada fase awal puasa, kondisi ini bisa membuat berat badan sedikit turun.

Namun penurunan tersebut tidak selalu bertahan lama. Jika asupan makanan saat sahur dan berbuka terlalu berlebihan, tubuh justru menyimpan kelebihan energi tersebut sebagai cadangan lemak.

“Balas Dendam” Saat Berbuka Puasa

Salah satu penyebab paling umum kenaikan berat badan saat Ramadan adalah kebiasaan makan berlebihan ketika berbuka.

Setelah menahan lapar dan haus selama berjam-jam, banyak orang cenderung langsung mengonsumsi berbagai makanan dalam jumlah besar, terutama makanan tinggi gula dan lemak seperti:

-Kolak dan makanan manis

-Sirup atau minuman berpemanis

-Gorengan

-Hidangan berat dalam porsi besar

Makanan manis memang membantu mengembalikan energi dengan cepat, tetapi jika dikonsumsi terlalu banyak dalam waktu singkat, kadar gula darah dapat melonjak drastis. Tubuh kemudian melepaskan hormon insulin untuk mengatur gula tersebut.

Kebiasaan Makan Terlalu Cepat

Faktor lain yang sering tidak disadari adalah kebiasaan makan terlalu cepat saat berbuka. Ketika rasa lapar memuncak, banyak orang makan tanpa memberi jeda pada tubuh.

Padahal, sinyal kenyang dari lambung membutuhkan waktu beberapa menit untuk sampai ke otak. Jika makanan terus masuk tanpa jeda, jumlah kalori yang dikonsumsi bisa jauh lebih banyak sebelum tubuh merasa kenyang. Akibatnya, porsi makan menjadi tidak terkontrol dan berpotensi meningkatkan berat badan.

Aktivitas Fisik Cenderung Berkurang

Perubahan pola aktivitas selama Ramadan juga turut memengaruhi berat badan. Banyak orang memilih mengurangi kegiatan fisik karena khawatir merasa lemas saat berpuasa.

Akibatnya:

-Aktivitas harian menjadi lebih sedikit

-Olahraga jarang dilakukan

-Waktu lebih banyak dihabiskan untuk duduk atau beristirahat

Ketika energi yang dibakar tubuh berkurang sementara asupan makanan meningkat saat malam hari, keseimbangan kalori menjadi tidak seimbang. Kondisi ini membuat tubuh lebih mudah menyimpan lemak.

Puasa Tidak Otomatis Menurunkan Berat Badan

Puasa memang dapat membantu memperbaiki pola makan, tetapi bukan jaminan berat badan akan turun secara otomatis. Penurunan atau kenaikan berat badan tetap dipengaruhi oleh keseimbangan antara jumlah kalori yang masuk dan energi yang digunakan tubuh.

Agar berat badan tetap terjaga selama Ramadan, beberapa hal berikut bisa menjadi perhatian:

-Mengatur porsi makan saat berbuka dan sahur

-Tidak berlebihan mengonsumsi makanan manis

-Memberi jeda antara takjil dan makanan utama

-Tetap melakukan aktivitas fisik ringan

-Mengonsumsi makanan bergizi seimbang

Dengan pola makan yang lebih terkontrol serta aktivitas yang tetap terjaga, Ramadan justru bisa menjadi momentum untuk membangun kebiasaan hidup yang lebih sehat.

Editor : iNews Lebak

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut