get app
inews
Aa Text
Read Next : BGN Tegaskan SPPG di Lebak Bisa Ditutup Jika IPAL Tak Penuhi Standar

Rumah Aspirasi Bupati Lebak Ditutup Pemilik Bangunan, Diduga Ada Aktivitas Tak Semestinya

Rabu, 11 Maret 2026 | 01:26 WIB
header img
Gedung Rumah Aspirasi Bupati Lebak di Kaduagung Timur yang ditutup oleh pemilik bangunan, Mulyadi Jayabaya, Selasa (10/3/2026). Penutupan dipicu laporan aktivitas tak semestinya. (Foto: Istimewa).

LEBAK, iNewsLebak.id - Rumah aspirasi milik Bupati Lebak, Hasbi Asyidiki Jayabaya, di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Desa Kaduagung Timur, mendadak ditutup pemilik bangunan pada Selasa (10/3/2026). 

Penutupan bangunan yang berlokasi di Kecamatan Cibadak ini dipicu oleh laporan dugaan aktivitas tak semestinya, termasuk tempat berkumpulnya sejumlah aparatur sipil negara (ASN).

Sejumlah barang dari dalam gedung terlihat dikeluarkan oleh pekerja saat proses pengosongan bangunan berlangsung. Barang yang dipindahkan di antaranya mukena, bantuan susu untuk ibu hamil, serta foto Bupati dan Wakil Bupati Lebak yang telah dibingkai.

“Saya hanya mendapat perintah untuk mengosongkan rumah aspirasi ini, karena diduga dipakai sebagai kantor memverifikasi para PNS yang ingin naik jabatan atau mutasi,” ujar seorang petugas yang enggan menyebutkan namanya.

Bangunan tersebut sebelumnya dikenal sebagai kantor relawan pasangan Hasbi–Amir saat Pilkada. Gedung itu merupakan milik Mulyadi Jayabaya, ayah kandung Bupati Lebak sekaligus mantan Bupati Lebak dua periode.

Mulyadi Jayabaya membenarkan keputusan menutup rumah aspirasi tersebut setelah menerima sejumlah laporan terkait aktivitas di dalamnya.

“Betul, rumah aspirasi itu saya tutup karena sering dipakai hal-hal yang tidak benar,” tegasnya.

Ia mengaku kerap menerima laporan adanya pejabat pemerintah yang datang ke lokasi menggunakan kendaraan dinas berpelat merah. Para pejabat tersebut disebut berkumpul di rumah aspirasi tersebut.

Menurutnya, beberapa tokoh masyarakat juga melaporkan bahwa pihak yang ingin bertemu dengan Bupati Lebak harus melalui relawan yang mengelola rumah aspirasi tersebut.

Dia juga menyoroti keberadaan relawan politik yang masih aktif setelah Pilkada berakhir. Ia menilai relawan seharusnya tidak lagi beraktivitas setelah kontestasi politik selesai.

“Di berbagai daerah, setelah selesai Pilkada para relawan itu harus membubarkan diri, bukannya terus eksis,” katanya.

Ia menilai keberadaan relawan yang terus berada di sekitar kepala daerah berpotensi mengganggu kewibawaan pemerintahan.

Sementara itu, Ketua Tim Aspirasi Hasbi Jayabaya, Iman Pribadi mengaku baru mengetahui penutupan rumah aspirasi tersebut dari pemilik bangunan.

“Saya baru tahu dari bapak kalau rumah aspirasi ditutup. Memang benar gedung itu milik Pak JB (Mulyadi Jayabaya),” ungkapnya.

Ia menjelaskan rumah aspirasi tersebut sudah berdiri sekitar 10 tahun lalu, sejak Hasbi masih menjabat sebagai anggota DPR RI dari Komisi VIII.

Menurutnya, rumah aspirasi selama ini difungsikan sebagai tempat menampung keluhan masyarakat yang kemudian disampaikan kepada mitra kerja Komisi VIII DPR RI, seperti Kementerian Agama, Kementerian Sosial, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

“Rumah aspirasi ini sudah berdiri hampir 10 tahun. Fungsinya untuk menampung aspirasi masyarakat,” jelasnya.

Ia juga membantah tudingan bahwa rumah aspirasi tersebut digunakan untuk memverifikasi pejabat yang ingin mendapatkan promosi jabatan atau mutasi.

“Tudingan itu tidak benar. Kami tidak punya kewenangan mengusulkan promosi jabatan atau mutasi PNS,” paparnya.

Menurut Iman, promosi maupun mutasi aparatur sipil negara merupakan kewenangan bupati yang diputuskan melalui Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah.

Ia juga tidak menampik bahwa sejumlah pejabat datang ke rumah aspirasi tersebut.

“Kami tidak mungkin mengusir atau melarang pejabat yang datang bersilaturahmi,” pungkasnya.

Editor : iNews Lebak

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut