BPBD Lebak Libatkan OPD Hadapi Ancaman Godzilla El Nino
LEBAK, iNewsLebak.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Banten, bersiaga menghadapi potensi kekeringan ekstrem akibat fenomena Godzilla El Nino dengan menggandeng sejumlah OPD untuk memperkuat penanganan di lapangan.
Kepala BPBD Lebak, Sukanta, mengatakan langkah kesiapsiagaan dilakukan menyusul peringatan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait potensi kemarau panjang.
"Kita tetap siaga untuk mengantisipasi kekeringan ekstrem sesuai laporan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada fenomena Godzilla El Nino itu," katanya, Jumat (10/4/2026).
Dalam upaya tersebut, BPBD menggandeng sejumlah organisasi perangkat daerah, di antaranya PUPR, Dinas Sosial, Dinas Pertanian, Dinas Kesehatan, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pemadam Kebakaran, serta aparat keamanan.
Koordinasi lintas sektor ini dilakukan untuk menekan risiko bencana, sekaligus memastikan tidak terjadi korban jiwa serta menjaga kondisi masyarakat tetap aman dan kondusif.
Fenomena Godzilla El Nino diperkirakan memicu musim kemarau lebih panjang dengan suhu lebih tinggi dari normal, yang berpotensi menimbulkan berbagai dampak bencana.
"Kita akan bergerak cepat melayani masyarakat jika menerima informasi bencana kebakaran permukiman, kebakaran kehutanan, krisis air bersih, kerawanan pangan, kekeringan tanaman pangan dan serangan penyakit," kata Sukanta.
Saat ini, BPBD Lebak tengah melakukan langkah mitigasi dengan memetakan wilayah rawan di 28 kecamatan. Pemetaan tersebut mencakup potensi krisis air bersih, kebakaran, kekeringan lahan pertanian, penyakit menular, kerawanan pangan hingga kerusakan infrastruktur.
Hasil pemetaan tersebut menjadi dasar penanganan terpadu bersama OPD terkait. Penanganan krisis air bersih dilakukan melalui distribusi air oleh BPBD dan PUPR, sementara sektor kesehatan ditangani Dinas Kesehatan.
Selain itu, penyaluran bantuan pangan melibatkan Dinas Sosial dan Dinas Ketahanan Pangan, sedangkan Dinas Pertanian menangani kekeringan lahan melalui pompanisasi.
Untuk potensi kebakaran, penanganan dilakukan bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan dukungan aparat kepolisian dalam menjaga keamanan.
BPBD Lebak juga menyiapkan sarana pendukung, mulai dari kendaraan operasional, logistik hingga mobil tangki air bersih untuk menunjang penanganan di lapangan.
"Kami sudah menyiapkan puluhan personel selama 24 jam dengan bergantian sekitar 15 personel per hari untuk memberikan pelayanan masyarakat menghadapi kemarau panjang," ujarnya.
Editor : iNews Lebak