get app
inews
Aa Text
Read Next : BGN Tegaskan SPPG di Lebak Bisa Ditutup Jika IPAL Tak Penuhi Standar

Harga Kedelai Tembus Rp575 Ribu per Karung, Perajin Tempe Lebak Menjerit

Senin, 13 April 2026 | 13:44 WIB
header img
Ilustrasi kedelai bahan utama pembuatan tempe yang mengalami lonjakan harga. (Foto: Freepik)

LEBAK, iNewsLebak.id - Kenaikan harga bahan baku mulai menekan pelaku usaha kecil di Kabupaten Lebak. Perajin tempe memilih mengecilkan ukuran produk demi bertahan di tengah lonjakan biaya produksi.

Kondisi ini dirasakan langsung oleh Abah Momoy, perajin tempe di Desa Mekarsari, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak. Ia menyebut harga kedelai sebagai bahan utama mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa waktu terakhir.

“Sekarang harga kedelai sudah sekitar Rp575 ribu per karung. Sebelumnya masih di bawah Rp400 ribu, jadi jelas sangat memberatkan,” ucapnya.

Kenaikan tidak hanya terjadi pada kedelai. Harga bahan pendukung seperti plastik juga ikut meningkat, sehingga biaya produksi semakin tinggi.

“Plastik juga naik, dari Rp10 ribu jadi Rp17 ribu. Semua serba mahal sekarang,” ujarnya.

Meski demikian, ia belum menaikkan harga jual tempe. Kekhawatiran akan turunnya daya beli masyarakat membuatnya memilih langkah lain.

Untuk menjaga harga tetap terjangkau, ukuran tempe dikurangi sebagai strategi bertahan di tengah kondisi tersebut.

Di sisi lain, ia berharap adanya perhatian dari pemerintah terhadap pelaku usaha kecil, khususnya yang bergantung pada bahan baku impor.

“Mudah-mudahan harga bisa kembali stabil. Soalnya sekarang hampir semua kebutuhan naik, kami jadi makin berat,” tandasnya.

Editor : iNews Lebak

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut