Ketergantungan Beras Masih Tinggi, Lebak Dorong Pangan Lokal Jadi Penopang
LEBAK, iNewsLebak.id – Ketergantungan terhadap beras di Kabupaten Lebak dinilai masih tinggi, sehingga pemerintah daerah mendorong pemanfaatan pangan lokal sebagai alternatif untuk memperkuat ketahanan pangan.
Pemerintah Kabupaten Lebak mendorong petani untuk mengoptimalkan produksi dan pemanfaatan pangan lokal sebagai sumber karbohidrat alternatif, seperti jagung, ubi-ubian, pisang, dan komoditas lainnya.
Asisten Daerah II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Lebak, Rahmat, mengatakan ketersediaan pangan lokal di wilayah tersebut cukup melimpah dan berpotensi menjadi pengganti beras.
“Ya, selain mengonsumsi beras, kita juga bisa mengonsumsi nonberas seperti pangan atau buah-buahan lokal. Di Lebak ini cukup melimpah seperti jagung, ubi-ubian, pisang, dan komoditas lainnya,” katanya, Kamis (16/04/2026).
Ia menjelaskan, pemerintah daerah melalui organisasi perangkat daerah (OPD) terkait terus melakukan edukasi kepada masyarakat agar hasil pangan lokal tidak hanya dijual mentah, tetapi juga diolah agar memiliki nilai tambah.
Menurutnya, masih banyak petani yang menjual hasil panen langsung ke luar daerah tanpa melalui proses pengolahan, sehingga nilai jualnya relatif rendah.
“Tidak sedikit petani menjual hasil tani mereka langsung ke daerah luar tanpa diolah terlebih dahulu, sehingga nilai jualnya juga rendah,” ujarnya.
Rahmat menambahkan, pengolahan yang tepat dapat meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian sekaligus berdampak pada pendapatan petani.
“Ini yang terus kita upayakan agar pendapatan petani lebih besar,” kata mantan Camat Cibadak tersebut.
Selain itu, ia menyoroti pertumbuhan penduduk yang tidak sebanding dengan peningkatan produksi pangan, sehingga diversifikasi konsumsi menjadi langkah yang perlu dilakukan.
“Kita mengonsumsi beras untuk memenuhi kebutuhan karbohidrat, dan ini bisa diganti dengan tanaman pangan lokal lainnya seperti jagung, ubi kayu, dan ubi jalar. Kabupaten Lebak sangat berpotensi di sektor ini,” jelasnya.
Upaya lain juga dilakukan melalui pemanfaatan pekarangan rumah lewat program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) dengan menanam berbagai jenis tanaman pangan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Rahmat Yuniar, menyatakan pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada petani melalui penyuluh pertanian dan mantri tani desa.
Editor : iNews Lebak