TANGERANG, iNewsLebak.id – Sebuah kecelakaan yang melibatkan Hyundai Stargazer Cartenz terjadi di Jalan BSD Raya Pusat, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang. Kejadian pada Selasa (9/12/2025) sekitar pukul 16.00 WIB diduga memicu malfungsi sistem pengereman otomatis yang membuat kendaraan berhenti mendadak tanpa ada perintah dari pengemudi.
Berdasarkan keterangan Kepolisian Sektor Pagedangan, unit mobil Stargazer Cartenz tersebut tiba-tiba melakukan penghentian total saat melaju dari arah Vanya Park menuju BSD Raya Pusat. Tepat di depan Masjid Baitul Mukhtar, sistem keselamatan otomatis tiba-tiba mengaktifkan fitur pengereman darurat. Honda Civic yang berada tepat di belakangnya tidak sempat mengerem hingga menabrak bagian belakang Stargazer.
Akibat dari kejadian kecelakaan tersebut, pengemudi kendaraan belakang mengalami luka dan memar pada bagian wajah. Sedangkan pengemudi Hyundai juga mengalami luka luka ringan. Kondisi dari kedua kendaraan mengalami kerusakan parah pada bagian depan dan belakang.
Pengemudi Stargazer Cartenz memberikan keterangan bahwa mobil berhenti sendiri ketika sedang melaju tanpa adanya kondisi berbahaya di medan jalan yang sedang dilalui.
"Tiba-tiba mobil saya berhenti total tanpa ada peringatan apa pun. Tidak ada kendaraan yang memotong, tidak ada objek di depan. Sistemnya seperti menginjak rem sendiri. Ini murni kerusakan," ujar Sarah, pengemudi Stargazer pada Rabu (12/10/2025).
Ia menambahkan, anomali sensor tersebut telah terjadi sebelumnya. Namun, pada saat itu tidak sampai menyebabkan kecelakaan.
“Kali ini dampaknya besar, kendaraan di belakang tidak punya waktu reaksi. Saya berharap pihak produsen bertanggung jawab dan melakukan investigasi teknis yang transparan,” ucapnya.
Insiden ini memicu kekhawatiran terkait reliabilitas fitur keselamatan aktif seperti Autonomous Emergency Braking (AEB) atau Forward Collision-Avoidance Assist yang banyak dipasang pada kendaraan modern.
Pengereman mendadak tanpa eksternal sebab berpotensi menimbulkan risiko tabrakan beruntun akibat false activation sensor.
“Jika teknologi keselamatan justru menimbulkan bahaya, maka ada kegagalan mendasar yang harus diungkapkan.pemilik tidak boleh menjadi korban kesalahan sistem,” tambahnya.
Editor : Imam Rachmawan
Artikel Terkait
