2. Brigjen KH Syam’un
KH Syam’un merupakan sosok pejuang sekaligus tokoh pendidikan dari Banten. Selain terlibat dalam perjuangan kemerdekaan, ia dikenal sebagai pendiri Perguruan Tinggi Islam Al-Khairiyah di Citangkil. Lembaga pendidikan ini berawal dari sistem pesantren yang kemudian berkembang menjadi madrasah, sebagai upaya mencerdaskan masyarakat di tengah situasi kolonial.
3. Nyimas Gamparan
Nama Nyimas Gamparan mencatatkan perlawanan perempuan dari tanah Banten. Ia dikenal memimpin Perang Cikande pada 1829–1830 sebagai bentuk penentangan terhadap kebijakan tanam paksa yang diberlakukan pemerintah kolonial Belanda. Bersama puluhan perempuan pendekar, Nyimas Gamparan menunjukkan bahwa perjuangan melawan penjajahan juga dilakukan oleh kaum perempuan.
4. Mr. Syafruddin Prawiranegara
Perjuangan dari Banten juga hadir melalui jalur pemerintahan. Mr. Syafruddin Prawiranegara tercatat pernah memimpin Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) saat Agresi Militer Belanda II pada 19 Desember 1948. Peran ini menjadi krusial dalam menjaga keberlangsungan pemerintahan Indonesia ketika para pemimpin nasional ditawan.
5. KH Abdul Fatah Hasan
Seorang ulama pejuang kemerdekaan asal Banten yang memiliki peran penting dalam sejarah bangsa Indonesia. Ia lulusan Universitas Al-Azhar Mesir, pengajar di Al-Khairiyah, serta anggota BPUPKI yang terlibat dalam persiapan kemerdekaan Indonesia. Ia turut berjuang bersama KH Syam’un melawan Belanda dan dinyatakan hilang tanpa jejak setelah Agresi Militer Belanda II pada 1949.
6. Tubagus Ahmad Khatib Al-Bantani
Tubagus Ahmad Khatib Al-Bantani merupakan tokoh ulama sekaligus pejuang asal Banten yang berperan penting pada masa awal kemerdekaan Indonesia. Ia dikenal sebagai figur yang menjembatani peran ulama dan negara dalam membangun pemerintahan di daerah. Ia dilantik oleh Presiden Soekarno sebagai Presiden Banten pada 1945, pernah menjabat di DPR-GR, MPRS, dan BPK, serta menjadi salah satu pendiri Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Editor : Imam Rachmawan
Artikel Terkait
