Selain judi online, aktivitas keuangan lain seperti pinjaman online juga menjadi pertimbangan dalam evaluasi penerima bantuan sosial.
“Saat seseorang sudah terlibat Pinjol, berarti ada aktivitas keuangan di luar kebutuhan dasar. Itu juga jadi bahan pertimbangan,” katanya.
Meski demikian, Lela menegaskan penonaktifan Bansos tidak bersifat permanen. Penerima yang sudah tidak lagi terlibat judi online masih memiliki peluang untuk kembali mendapatkan bantuan.
“Kalau sudah bersih tidak melakukan Judol lagi, penerima Bansos bisa diusulkan reaktivasi ke Kemensos untuk diaktifkan kembali,” jelasnya.
Ia menambahkan, mayoritas penerima Bansos yang dinonaktifkan berasal dari kelompok desil 6 hingga 10 atau kategori masyarakat menengah ke atas. Sementara itu, kebijakan penyaluran Bansos kini semakin difokuskan kepada warga miskin ekstrem.
“Sebelumnya Desil 1 sampai 5, sekarang diprioritaskan hanya 1 sampai 4. Desil 5 bisa masuk kalau masih ada kuota, tapi bukan prioritas,” jelasnya.
Editor : Imam Rachmawan
Artikel Terkait
