Belasan Rumah di Cikulur Terdampak Longsor, 4 Rusak Parah
“Bantuan cuma beras saja. Itu juga habis dua atau tiga hari. Kami maunya ada solusi yang aman, entah dibangun atau dipindahkan,” ujarnya.
Muslimah berharap pemerintah dapat memberikan solusi konkret berupa relokasi ke lokasi yang lebih aman. Menurutnya, tinggal di bantaran sungai sudah tidak lagi memungkinkan.
“Harapan saya ya dipindahkan ke tempat yang aman. Jangan di sini lagi, karena rawan longsor,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Muharadua, Jumhadi, mengatakan kondisi longsor di Kampung Gagambiran saat ini sangat mengkhawatirkan. Bahkan, satu rumah dilaporkan mengalami kerusakan struktural serius.
“Yang paling parah itu satu rumah atas nama Ibu Ana, sebagian rumahnya sudah turun ke bawah,” ujarnya.
Dia menuturkan, langkah yang bisa dilakukan pemerintah desa sejauh ini masih sebatas imbauan kewaspadaan kepada warga. Imbauan tersebut disampaikan secara langsung saat cuaca ekstrem.
“Kami selalu memberikan imbauan melalui RT/RW, turun ke lapangan bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas,” katanya.
Namun hingga kini, rencana relokasi belum dapat direalisasikan karena keterbatasan lahan dan anggaran. Pemerintah desa masih mengandalkan pendekatan door to door untuk meminimalkan risiko korban.
Editor : Imam Rachmawan