Hanya 800 Tempat Tidur untuk 1,5 Juta Warga, Kapasitas RS Lebak Jauh dari Ideal
“Puskesmas DTP ini disiapkan di wilayah-wilayah yang memang jaraknya jauh ke rumah sakit. Ini tinggal dimaksimalkan, dari kapasitas petugas dalam menangani kegawatdaruratan pertolongan pertama, kelengkapan obat-obatan dan kelayakan lainnya,” jelasnya.
Ia menambahkan, seluruh unit gawat darurat (UGD) puskesmas saat ini telah beroperasi selama 24 jam untuk memastikan pelayanan awal tetap tersedia bagi masyarakat.
“Semua UGD puskesmas dibuka 24 jam. Jadi pertolongan pertama bisa ditangani oleh non DTP, dan jika perlu dirawat maka dirujuk ke puskesmas yang memiliki tempat perawatan,” tambahnya.
Pada tahun ini, Pemerintah Kabupaten Lebak mengalokasikan anggaran sebesar Rp10 miliar untuk pembangunan dua puskesmas agar fasilitasnya lebih layak dan representatif dalam memberikan pelayanan kesehatan.
“Salah satunya Puskesmas Kalanganyar, kita bangun agar lebih layak sehingga bisa maksimal melayani masyarakat,” ucapnya.
Selain mengandalkan optimalisasi puskesmas, rencana pembangunan rumah sakit baru di wilayah Maja juga disiapkan sebagai solusi jangka panjang penambahan kapasitas layanan kesehatan.
“Rencana pembangunan rumah sakit di Maja, tahun lalu sudah kita buat feasibility study (Studi kelayakan),” katanya.
Editor : iNews Lebak