get app
inews
Aa Text
Read Next : BRIMA Resmi Dilantik, Mathla'ul Anwar Perkuat Peran Riset dan Inovasi untuk Kemajuan Bangsa

Regenerasi sebagai Investasi: Masa Depan Mathla’ul Anwar dan Indonesia Emas 2045

Kamis, 26 Februari 2026 | 22:36 WIB
header img
Aceng Murtado, Alumni Mathla'ul Anwar Cikeusik Desa, sejak MI hingga MA, dan Pengurus DPD Himpunan Mahasiswa Mathla'ul Anwar Lebak / foto: istimewa

Dan Mathla’ul Anwar, memiliki peluang besar itu untuk memperluas perannya, tidak hanya di tingkat lokal atau nasional, tetapi juga di tingkat internasional. Sebagai organisasi Islam yang lahir dari tradisi pendidikan dan dakwah, Mathla’ul Anwar memiliki modal sosial, jaringan kelembagaan, dan warisan intelektual yang kuat. Modal ini dapat dikembangkan menjadi kekuatan moral yang berkontribusi pada isu-isu kebangsaan maupun global.

Di tingkat nasional misalnya, Mathla’ul Anwar dapat memperkuat perannya dalam isu-isu pendidikan, social, HAM, moderasi beragama, dan penguatan nilai kebangsaan. Organisasi Mathla’ul Anwar nantinya dapat menjadi jembatan antara aspirasi umat dan kebijakan negara, sekaligus menjadi penyeimbang dalam dinamika sosial-politik. Dengan pendekatan yang moderat dan solutif, MA dapat menunjukkan bahwa Islam tidak hanya normatif, tetapi juga konstruktif dalam menjawab persoalan Masyarakat saat ini.

Di tingkat global, peran tersebut juga bisa diperluas melalui diplomasi keagamaan dan jejaring internasional. Banyak organisasi Islam dunia telah aktif dalam forum-forum global, termasuk yang berada di bawah naungan United Nations (UN) atau PBB, terutama dalam isu pendidikan, toleransi, perdamaian, HAM, dan pembangunan berkelanjutan. Keterlibatan dalam dialog lintas agama, konferensi pendidikan Islam internasional, dan forum perdamaian dunia akan memperkuat posisi Mathla’ul Anwar (MA) dalam percaturan global.

Oleh sebab itu, Mathla’ul Anwar perlu membangun diplomasi keagamaan yang sistematis, memperluas jaringan kerja sama lintas negara, serta menghadirkan gagasan Islam yang moderat, adaptif, dan relevan dengan isu-isu global. Selain itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) baik dalam penguasaan bahasa asing, literasi global, maupun kemampuan diplomasi, menjadi langkah yang sangat penting kedepannya.

Dengan demikian, di era masyarakat pasca-sekuler dan globalisasi saat ini, organisasi keagamaan tidak cukup hanya kuat di akar rumput. Ia juga harus mampu berbicara di tingkat global dengan membawa pesan Islam yang damai dan rasional. Mathla’ul Anwar memiliki potensi besar untuk memainkan peran tersebut, asalkan mampu mengonsolidasikan kekuatan internal dan memperluas cakrawala geraknya ke panggung internasional. 

Editor : U Suryana

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut