get app
inews
Aa Text
Read Next : BGN Tegaskan SPPG di Lebak Bisa Ditutup Jika IPAL Tak Penuhi Standar

Pendopo Geger! Wabup Amir Hamzah Bangkit dari Kursi Usai Disindir Mantan Napi oleh Bupati Hasbi

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:32 WIB
header img
Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah, memberikan keterangan usai merasa tersinggung atas ucapan dalam forum resmi di Kabupaten Lebak. (Foto: Ist)

Lebak Memanas! Wabup Amir Hamzah Bangkit dari Kursi Usai Disindir Mantan Napi oleh Bupati Hasbi

LEBAK, iNewsLebak.id – Suasana forum resmi di lingkungan Kabupaten Lebak mendadak memanas usai pernyataan yang menyinggung latar belakang pribadi Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah. Ucapan tersebut membuatnya tersulut emosi hingga bangkit dari kursinya di hadapan para tamu undangan, Senin (30/3/2026).

Insiden itu berlangsung saat agenda resmi di Pendopo Pemerintah Kabupaten Lebak. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Lebak, Hasbi Jayabaya, menyampaikan pernyataan yang kemudian memicu reaksi dari Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah.

“Uyuhan mantan napi jadi wakil bupati geh bersyukur (masih mending mantan narapidana jadi wakil bupati juga bersyukur)". 

Pernyataan itu disampaikan di hadapan tamu undangan dan dinilai menyentuh ranah pribadi. Amir mengaku keberatan karena hal tersebut tidak berkaitan dengan konteks pekerjaan yang sedang dibahas dalam forum.

“Kalau hanya menyebut nama saya mungkin biasa. Tapi ketika menyebut saya mantan narapidana di depan umum, itu sudah masuk penghinaan,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, sesaat setelah ucapan tersebut dilontarkan, dirinya berupaya merespons secara langsung. Namun, langkah tersebut tidak berlanjut karena situasi saat itu dikendalikan oleh pihak di sekitarnya.

“Saya bangkit ingin menyampaikan agar tidak berbicara seperti itu. Tapi saya ditahan oleh beberapa pihak. Istri saya juga menenangkan, bahkan anak-anak saya diminta pulang,” katanya.

Menurut Amir, persoalan tersebut bukan sekadar soal cara penyampaian, melainkan isi ucapan yang dianggap tidak tepat disampaikan dalam forum terbuka.

“Ini bukan soal intonasi. Ini soal isi pembicaraan yang merendahkan. Disampaikan di depan umum dan tidak ada kaitannya dengan pekerjaan,” tegasnya.

Ia juga menyinggung bahwa kondisi serupa pernah terjadi sebelumnya, baik dalam kegiatan resmi maupun rapat internal pemerintahan.

“Ini sudah yang kedua kali. Bahkan dalam rapat-rapat dinas juga sering ada bahasa yang menurut saya tidak layak,” ungkapnya.

Meski demikian, Amir memastikan dirinya tetap menjalankan peran sebagai wakil kepala daerah dan tidak ingin persoalan tersebut mengganggu pelayanan kepada masyarakat.

“Saya tetap bekerja. Kasihan masyarakat, masih banyak persoalan yang harus diselesaikan,” ucapnya.

Terkait langkah selanjutnya, ia menyebut akan mempertimbangkan situasi ke depan.

“Nanti kita lihat situasi. Ini kan baru setahun menjabat,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga etika dalam komunikasi, terutama dalam forum resmi yang melibatkan pejabat publik.

“Kita ini pejabat, ada etika, ada tata krama. Harus melihat situasi dan konteks. Jangan sampai ucapan justru melukai dan merusak suasana,” tandasnya.

Selain itu, ia turut menyoroti pentingnya koordinasi yang berjalan baik di internal pemerintahan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.

“Koordinasi susah, bukan hanya dengan saya, dengan pihak lain juga,” katanya.

Editor : iNews Lebak

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut