Tragis! Gegara Benang Jahit Kosong, Bayi di Lebak Meninggal usai Gagal Sesar di RSUD Adjidarmo
LEBAK, iNewsLebak.id – Pelayanan RSUD Adjidarmo menjadi sorotan setelah seorang pasien asal Kabupaten Lebak yang hendak menjalani operasi sesar disebut gagal ditangani karena stok benang jahit kosong. Bayi pasien tersebut dilaporkan meninggal dalam kandungan saat proses rujukan ke Serang.
Kasus rujukan pasien yang berujung duka memicu sorotan terhadap mutu layanan RSUD Adjidarmo. Anggota Komisi III DPRD Lebak, Regen Abdul Aris, menilai persoalan tersebut tidak boleh dianggap biasa karena menyangkut pelayanan dasar di rumah sakit daerah.
Ia mengatakan kejadian itu telah disampaikan dalam forum pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun 2025 yang dihadiri Bupati Lebak bersama jajaran kepala OPD.
“Ya, memang saya sampaikan waktu kemarin menghadiri pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun 2025 ada pak bupati dan para kepala OPD. Ada pasien yang mau melahirkan secara sesar sudah datang ke rumah sakit Adjidarmo, namun benang jahit tidak ada sampai pasien kemudian dirujuk ke rumah sakit di Serang. Bayi dari pasien tersebut meninggal dunia dalam kandungan saat diperjalanan,” ujar Regen, Kamis (23/4/2026).
Menurut Regen, peristiwa itu menimbulkan keprihatinan mendalam karena korban berasal dari wilayah Kampung Pasirnalang, Desa Kadu Agung Timur, Kecamatan Cibadak. Namun yang lebih penting, kata dia, kejadian tersebut berkaitan langsung dengan keselamatan ibu dan bayi.
“Ini menyangkut nyawa manusia dan harus menjadi perhatian serius. Hingga kini ibu si anak masih dalam perawatan akibat lelah dan stres,” kata Regen.
Ia juga menyoroti ketersediaan sarana medis yang seharusnya tidak menjadi kendala dalam penanganan pasien, terutama untuk tindakan darurat maupun persalinan.
“Ini merupakan masalah serius yang tidak bisa kita abaikan hingga menjadi kebiasaan, karena kesehatan adalah layanan dasar dan masyarakat berhak mendapatkannya,” ujarnya.
Regen mendesak pemerintah daerah melakukan pembenahan menyeluruh terhadap sistem pelayanan dan manajemen rumah sakit agar persoalan serupa tidak kembali terjadi.
“Sudah lama pelayanan buruk RSUD Adjidarmo dikeluhkan, maka saya mewakili DPRD komisi lll yang membidangi kesehatan mendorong agar dilakukan perbaikan pelayanan dan dilakikan evaluasi secara menyeluruh,” katanya.
Di sisi lain, Pelaksana Tugas Direktur RSUD Adjidarmo, Eka Darmana Putra, membenarkan pasien tersebut dirujuk ke rumah sakit lain. Ia menyebut saat itu stok benang jahit operasi sedang habis karena tingginya penanganan pasien bedah.
“Kita turut berdukacita yang mendalam, atas meninggalnya bayi tersebut. Terkait dengan pasien SC yang dirujuk dari RSUD Adjidarmo ke RSUD Banten karena memang saat itu di RSUD Adjidarmo sedang kehabisan benang jahit operasi. Karena banyaknya pasien bedah dan malam itu,” kata Eka.
Editor : iNews Lebak