Salah seorang warga terdampak, Nur Siti, mengatakan air masuk ke rumah dengan cepat. Ia menyebut kondisi saluran irigasi menjadi penyebab utama terjadinya banjir.
“Banjir ini berasal dari luapan irigasi Cilangkahan 2. Hujan sudah turun sejak kemarin, ditambah kondisi saluran yang dangkal, akhirnya air meluap dan masuk ke rumah-rumah warga,” ujar Nur Siti.
Banjir tersebut memicu kekhawatiran warga, terutama saat hujan kembali turun. Warga khawatir genangan akan bertahan lebih lama jika saluran irigasi tidak segera ditangani.
Aktivis wilayah selatan Lebak, Asep Sudjana, mendesak pemerintah daerah segera turun tangan. Ia meminta dinas terkait melakukan penanganan darurat di lokasi banjir.
“Kami berharap ada penanganan darurat secepatnya dari pemerintah daerah. Selain itu, perlu solusi jangka panjang berupa normalisasi total saluran irigasi Cilangkahan 2 agar kejadian serupa tidak terus berulang setiap musim hujan,” tegas Asep.
Editor : Imam Rachmawan
Artikel Terkait
