Jejak Sejarah Tugu Romusha Bayah di Lebak: Saksi Bisu Kerja Paksa Jepang
Selasa, 25 Februari 2025 | 16:00 WIB

LEBAK, iNewsLebak.id - Sejarah Tugu Romusha tidak bisa dipisahkan dari dampak ekonomi dan sosial yang ditimbulkan oleh kerja paksa romusha.
Tugu ini awalnya dibangun oleh Tan Malaka pada tahun 1946 untuk mengenang warga yang tewas akibat romusha. Tugu setinggi tiga meter ini sempat roboh akibat hujan deras disertai angin kencang, diperparah dengan kekurangan perawatan.
Romusha adalah sebutan bagi orang-orang yang dipekerjakan secara paksa oleh Jepang selama masa penjajahan Perang Dunia II di Indonesia.
Tugu Romusha Bayah adalah monumen yang didirikan untuk mengenang peristiwa kerja paksa (romusha) yang terjadi pada masa penjajahan Jepang di wilayah Bayah, Banten.
Editor : Imam Rachmawan