Anggota DPRD Banten Cekcok dengan Massa Aksi, Ketua DPD HIMMA Lebak: Mencoreng Marwah
Agus menambahkan, pernyataan dan gestur Musa sangat tidak pantas, terlebih mengingat posisinya sebagai pimpinan komisi yang seharusnya menjadi penengah dan penyambung aspirasi masyarakat, bukan justru memperuncing konflik.
"Ucapan ‘ente boloon’ bukan hanya merendahkan individu, tapi merendahkan martabat rakyat. Jika wakil rakyat sudah kehilangan etika berbicara kepada konstituennya, maka yang rusak bukan hanya jalan, tapi juga moral politiknya," lanjutnya.
Agus juga menyinggung konteks nasional, dimana sebelumnya publik dihebohkan dengan berbagai pernyataan kontroversial elit politik pusat yang viral dan menuai kecaman luas. Namun ironisnya, kejadian serupa kini justru terjadi di tingkat daerah.
"Kalau di nasional kita mengenal kasus Ahmad Sahroni, Uya Kuya, Eko Patrio dan lainnya yang ramai dikritik publik, hari ini di Banten kita menyaksikan sendiri bagaimana seorang wakil rakyat juga memperlihatkan wajah kekuasaan yang anti kritik dan anti rakyat," ujarnya.
Menurut Agus, tindakan Musa mencoreng citra DPRD Provinsi Banten secara kelembagaan, sekaligus memperkuat persepsi publik bahwa sebagian elit politik telah menjauh dari nilai-nilai kerakyatan.
Editor : U Suryana