Tegas! Asisten Pribadi Musa Weliansyah: Tidak Ada Penghinaan Terhadap Massa Aksi
Lebih lanjut, Taufik Ramdan menyampaikan bahwa apa yang disampaikan Musa Weliansyah di lokasi aksi merupakan fakta di lapangan. Ia menilai, kritik tentu merupakan bagian dari demokrasi, namun harus disampaikan secara substantif dan bertujuan membangun.
"Menurut saya sudah tepat. Siapa pun yang mengatasnamakan masyarakat namun melakukan kritik yang tidak substantif dan tidak bertujuan membangun, maka sebagai wakil rakyat wajar jika tidak menanggapi secara berlebihan," ujar Taufik.
Ia menjelaskan, aksi unjuk rasa tersebut menuntut perbaikan jalan, sementara pada saat yang sama kondisi jalan sudah dan sedang dilakukan perbaikan, bahkan para peserta aksi disebut telah melihat langsung proses perbaikan jalan tersebut saat berangkat menuju lokasi demonstrasi.
"Lebih jauh lagi, saat aksi berlangsung muncul klaim adanya 19 kendaraan hasil swadaya masyarakat yang kemudian diminta ganti rugi kepada PUPR Provinsi Banten. Faktanya, kendaraan tersebut bukan swadaya mereka, melainkan berasal dari salah satu yayasan dan tidak memiliki kaitan politik apa pun, apalagi untuk dimintakan ganti rugi," tegasnya.
Taufik Ramdan juga menegaskan bahwa perhatian Musa Weliansyah terhadap kondisi jalan di wilayah Cikeusik–Nambo–Citawi hingga Pajangan bukanlah hal baru. Menurutnya, ruas jalan tersebut telah mengalami kerusakan sejak lama dan Musa secara konsisten melakukan perbaikan secara swadaya.
Editor : U Suryana