Tegas! Asisten Pribadi Musa Weliansyah: Tidak Ada Penghinaan Terhadap Massa Aksi
"Kondisi jalan Cikeusik–Nambo–Citawi sampai Pajangan memang rusak sejak dulu. Dan Pak Musa adalah pihak yang selama ini terus melakukan perbaikan, bukan satu atau dua kali. Bahkan terakhir pada Juli 2025, beliau melakukan perbaikan sepanjang kurang lebih 7,4 kilometer menggunakan dana pribadinya," ungkap Taufik.
Menurutnya, narasi yang berkembang saat ini berpotensi mengaburkan substansi utama persoalan dan mengabaikan upaya nyata yang telah dilakukan Musa Weliansyah dalam membantu masyarakat secara langsung.
"Selama ini Pak Musa dikenal aktif turun ke lapangan, menyerap aspirasi warga, dan konsisten mengawal pembangunan agar tidak merugikan masyarakat. Framing yang menggambarkan beliau seolah-olah anti-kritik dan berjarak dengan rakyat jelas tidak mencerminkan fakta dan rekam jejak beliau," katanya.
Taufik Ramdan juga menegaskan bahwa Musa Weliansyah tetap terbuka terhadap kritik dan dialog. Jika terdapat pihak yang merasa kurang berkenan atas komunikasi yang terjadi di lapangan, Musa siap melakukan klarifikasi dan musyawarah secara terbuka.
"Beliau meyakini kritik adalah bagian dari demokrasi. Namun kritik harus berpijak pada fakta dan substansi. Dialog yang sehat dan bermartabat merupakan kunci penyelesaian setiap persoalan," pungkasnya.
Editor : U Suryana