Deretan Makanan Khas Banten yang Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup
Di momen Lebaran, Sambal Buroq menjadi pelengkap hidangan khas masyarakat Banten. Sambal ini terbuat dari cabai yang dicampur dengan kulit buah melinjo tua berwarna merah.
Rasanya pedas dan gurih, memberikan sensasi khas yang berbeda dari sambal pada umumnya. Sambal Buroq mencerminkan kebiasaan masyarakat Banten dalam memanfaatkan bahan lokal sebagai bagian dari tradisi kuliner.
Gerem Asem adalah hidangan olahan ayam atau bebek dengan cita rasa asam dan pedas. Bumbu utamanya terdiri dari cabai rawit, bawang, asam, gula merah, serta rempah seperti serai dan daun salam.
Hidangan ini dikenal memiliki rasa yang kuat dan kerap disantap bersama nasi hangat. Gerem Asem mencerminkan karakter masakan Banten yang berani dalam penggunaan rempah dan rasa.
Ketan Bintul merupakan penganan tradisional yang identik dengan bulan Ramadhan di Banten. Terbuat dari ketan putih yang dikukus bersama santan dan taburan serundeng, makanan ini memiliki rasa gurih dan tekstur lembut.
Ketan Bintul dipercaya telah ada sejak abad ke-16 dan menjadi salah satu hidangan favorit di lingkungan Kesultanan Banten. Hingga kini, penganan ini masih sering disajikan sebagai menu berbuka puasa.
Makanan khas Banten ini dikenal sebagai sayur pedas dengan kuah kental menyerupai gulai. Hidangan ini terbuat dari aneka sayuran dan jeroan sapi, seperti babat, usus, hati, hingga jantung, yang dimasak dengan bumbu cabai dan rempah-rempah khas. Ciri utama Angeun Lada terletak pada penggunaan daun walang yang memiliki aroma tajam dan memberikan cita rasa khas yang kuat.
Tak sekadar makanan sehari-hari, Angeun Lada memiliki nilai budaya yang erat dengan tradisi masyarakat Banten. Hidangan ini kerap disajikan dalam acara adat, hajatan, dan perayaan keagamaan. Karena keunikan rasa serta perannya dalam tradisi lokal, Angeun Lada ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda masyarakat Banten pada 2016.
Editor : Imam Rachmawan