get app
inews
Aa Text
Read Next : Produksi Pangan Kasepuhan Lebak Didorong Naik, Kearifan Lokal Tetap Jadi Andalan

Terlihat Sepele, Padahal Berbahaya: Ini Awal Mula Kekerasan Seksual Terjadi

Rabu, 15 April 2026 | 15:00 WIB
header img
Ilustrasi penolakan kekerasan seksual yang bisa berawal dari hal-hal sepele. (foto: ist)

LEBAK, iNewsLebak.id – Banyak perilaku yang kerap dianggap sepele dalam kehidupan sehari-hari, seperti candaan bernuansa seksual atau komentar yang merendahkan, ternyata dapat menjadi awal dari munculnya kekerasan seksual. Tanpa disadari, kebiasaan yang terus dinormalisasi ini dapat membentuk pola pikir dan lingkungan yang membiarkan tindakan yang lebih serius terjadi.

Dalam kehidupan sehari-hari, tidak sedikit orang yang menganggap candaan bernuansa seksual atau komentar tertentu sebagai hal biasa. Padahal, jika dibiarkan terus-menerus, kebiasaan ini dapat membentuk lingkungan yang permisif terhadap tindakan yang lebih serius.

Fenomena ini dikenal dengan istilah Rape Culture Pyramid, yaitu gambaran bagaimana kekerasan seksual tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan berkembang dari perilaku-perilaku kecil yang sering dianggap wajar.

Apa Itu Rape Culture Pyramid?

Konsep ini menjelaskan bahwa kekerasan seksual memiliki “tahapan” yang dimulai dari hal-hal sederhana hingga berujung pada tindakan kriminal. Dalam piramida tersebut, perilaku yang terlihat ringan berada di bagian dasar, sementara tindakan yang lebih berat berada di puncak.

Seiring waktu, jika perilaku di bagian bawah terus dinormalisasi, maka batasan antara yang pantas dan tidak pantas menjadi semakin kabur. Hal inilah yang kemudian membuka ruang bagi tindakan yang lebih berbahaya.

Tahapan yang Sering Tidak Disadari

Pada bagian dasar, terdapat perilaku yang kerap dianggap sebagai candaan, seperti komentar seksis atau lelucon yang merendahkan. Meski terlihat tidak berbahaya, sikap ini dapat membentuk cara pandang yang salah terhadap orang lain.

Naik ke tingkat berikutnya, perilaku mulai mengarah pada tindakan yang lebih mengganggu, seperti siulan, komentar fisik, hingga mengambil gambar tanpa izin. Dalam banyak kasus, tindakan ini sering diabaikan atau bahkan dianggap biasa.

Sementara itu, pada tingkat tertinggi, tindakan sudah masuk ke ranah kekerasan seksual yang jelas melanggar hukum. Pada tahap ini, dampak yang ditimbulkan jauh lebih serius dan merugikan korban secara fisik maupun mental.

Mengapa Hal Ini Bisa Terjadi?

Salah satu penyebab utama adalah budaya yang masih mentoleransi perilaku tertentu. Ketika candaan atau tindakan yang tidak pantas tidak ditegur, maka hal tersebut perlahan dianggap normal.

Selain itu, kurangnya kesadaran juga membuat banyak orang tidak menyadari bahwa tindakan kecil dapat berdampak besar. Lingkungan yang tidak memberikan batasan yang jelas juga turut memperkuat kondisi ini.

Cara Mencegah Sejak Dini

Untuk mencegah hal ini berkembang lebih jauh, langkah kecil bisa dimulai dari diri sendiri

-Lebih bijak dalam berucap dan bertindak

Hindari candaan atau komentar yang berpotensi menyinggung atau merendahkan orang lain.

-Berani mengingatkan

Jika melihat perilaku yang tidak pantas, tidak ada salahnya untuk menegur dengan cara yang baik.

-Tidak menyalahkan korban

Penting untuk memahami bahwa korban tidak pernah menjadi penyebab dari tindakan yang terjadi.

-Membangun kesadaran bersama

Lingkungan yang saling menghargai dapat membantu mencegah munculnya perilaku yang berujung pada kekerasan.

Pada akhirnya, kekerasan seksual bukanlah sesuatu yang muncul secara tiba-tiba. Ada proses yang sering kali dimulai dari hal-hal kecil yang dianggap sepele. Karena itu, penting bagi setiap individu untuk lebih peka dan berperan dalam menciptakan lingkungan yang aman dan saling menghormati.

Editor : iNews Lebak

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut