get app
inews
Aa Text
Read Next : Produksi Pangan Kasepuhan Lebak Didorong Naik, Kearifan Lokal Tetap Jadi Andalan

Brigade Pangan Disiagakan di Lebak, Antisipasi Kemarau Ekstrem 2026

Jum'at, 17 April 2026 | 14:00 WIB
header img
Brigade Pangan disiapkan Dinas Pertanian Kabupaten Lebak guna menjaga produksi pertanian di tengah ancaman kemarau ekstrem 2026. (Foto: Istimewa)

 

LEBAK, iNewsLebak.id - Dinas Pertanian Kabupaten Lebak menerjunkan Brigade Pangan untuk menghadapi ancaman kemarau ekstrem atau “Godzilla” El Nino yang diprediksi terjadi pada 2026.

Langkah ini dilakukan agar produksi pertanian tetap berjalan dan mendukung target swasembada pangan di tengah potensi kekeringan.

Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Deni Iskandar, mengatakan Brigade Pangan disiagakan di hampir seluruh kecamatan dan telah dibekali pelatihan serta keterampilan dari Kementerian Pertanian.

Brigade tersebut menjadi garda terdepan dalam pengelolaan lahan pertanian secara profesional, termasuk dengan memanfaatkan teknologi modern dan melibatkan generasi muda.

"Kami berharap Brigade Pangan dapat menghasilkan panen serempak dan mampu mewujudkan swasembada pangan melalui pertanian secara terstruktur, dengan skala pengelolaan seluas 200 hektar per brigade," katanya, Jumat (17/402026).

Ia menyebut, Brigade Pangan telah dilengkapi alat dan mesin pertanian (alsintan) modern untuk mempercepat proses produksi mulai dari pengolahan lahan, penanaman hingga panen.

Selain itu, berbagai langkah antisipasi disiapkan untuk menghadapi kekeringan, seperti pompanisasi, perbaikan jaringan irigasi, pembangunan embung, hingga pemanfaatan sumber air.

Akses terhadap benih unggul, pupuk, dan pestisida juga disiapkan untuk menjaga produktivitas pertanian.

"Dengan Brigade Pangan tetap kemarau menghasilkan produksi pangan," ujar nya. 

Lebak sendiri merupakan salah satu lumbung pangan di Provinsi Banten dengan luas tambah tanam mencapai 157 ribu hektare per tahun.

Dari luas tersebut, produksi padi diperkirakan mencapai sekitar 770 ribu ton atau setara 440 ribu ton beras. Jumlah itu melampaui kebutuhan konsumsi masyarakat sekitar 180 ribu ton, sehingga menghasilkan surplus.

"Saya kira dari surplus 260 ribu ton itu bisa menyumbangkan ketersediaan pangan ke daerah lain, seperti Tangerang, Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi," jelasnya.

Editor : iNews Lebak

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut