Dinamika Dunia Pendidikan: Siswa dan Guru Saling Lapor, Potret Memprihatinkan Kemerosotan Pendidikan
Menegur siswa berisiko dilaporkan, bersikap tegas dianggap melanggar hak anak, sementara bersikap lunak justru menggerus wibawa dan disiplin.
Di sisi lain, siswa dan orang tua semakin mudah menggunakan jalur hukum atau media sosial untuk menyelesaikan persoalan yang sejatinya masih dapat diselesaikan secara edukatif dan dialogis. Akibatnya, sekolah tidak lagi dipandang sebagai lembaga pembinaan karakter, melainkan ruang yang penuh kekhawatiran dan tekanan.
Pendidikan Terjebak Formalitas dan Ketakutan, Fenomena saling lapor ini menandakan adanya pergeseran paradigma pendidikan. Pendidikan tidak lagi dipahami sebagai proses pembentukan manusia seutuhnya, tetapi terjebak pada aspek administratif, formalitas kurikulum, dan ketakutan akan sanksi hukum. Guru lebih fokus menjaga diri daripada mendidik, sementara siswa kehilangan figur teladan yang tegas dan berwibawa.
Ironisnya, ketika guru kehilangan keberanian untuk mendidik dengan nilai dan disiplin, yang lahir justru generasi yang rapuh secara mental, miskin etika, dan lemah karakter. Inilah bentuk nyata kemerosotan pendidikan yang dampaknya tidak langsung terasa hari ini, tetapi akan menghantam masa depan bangsa yang di yakini sebagai bangsa yang akan menyongsong masa ke emasan.
Peran Orang Tua dan Negara yang Kian Terkikis, Pendidikan sejatinya adalah tanggung jawab bersama antara sekolah, orang tua, dan negara. Bukan hanya peran sebuah lembaga pendidikan saj, Namun realitas menunjukkan adanya ketimpangan peran.
Editor : U Suryana
Artikel Terkait
